thumbnail Halo,

Jaya Hartono mengakui timnya terlalu tegang sehingga banyak melakukan kesalahan.

Mampu mengimbangi permainan Arema ISL di babak pertama, Persiram sulit berkembang di babak kedua, bahkan tiga gol tergelontor di gawang mereka.

Sebagai pelatih, dalam konferensi pers, Jaya Hartono mengakui Persiram tidak tampil begitu baik ketika melawan Arema. Performa apik yang ditunjukkan Seme Patrick cs saat bertemu dengan Gresik United sama sekali tidak keluar. Tekanan kuat dari suporter dan pressing Arema diakui sebagai masalah terbesar timnya.

"Koordinasi para pemain tidak jalan, kami kekurangan striker yang bagus yang mampu lebih lama menahan bola, belum lagi ketika menyerang, penempatan posisi pemain masih kaku sehingga bisa kalah," kata pelatih yang membawa Persik Kediri menjadi juara Liga Indonesia ini.

Selama permainan, Persiram yang menggunakan formasi 4-3-3 begitu menyulitkan pertahanan Arema di babak pertama. Namun energi itu seolah-olah hilang dibabak kedua.

Jaya mengatakan, gol cepat dari Arema oleh Sunarto diakuinya sebagai pemukul mental yang tepat. Sebelumnya tim yang berkostum kandang biru hitam ini juga mengalami masalah mental saat tidak bisa mencetak gol melalui tendangan pinalti dimenit ke-38 oleh James Koko Lomell.

"Masih banyak perbaikan yang kami lakukan sebelum menjamu lawan kami di kandang," kata Jaya Hartono.

Masih menurut Jaya, manajemen Persiram tidak memberikan target muluk kepada anak buahnya. Musim ini Persiram ditarget 'hanya' menempati posisi sepuluh besar. Hal yang menurut Jaya masih sangat mungkin bisa dilakukan kendati saat ini sudah kalah selama dua kali. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait