thumbnail Halo,

Bob menjelaskan sudah mendaftarkan pemain yang dipanggil PSSI ke AFC untuk ikut ajang Pra Piala Asia 2015.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Hari kedua pemusatan latihan (tranning camp/TC) Timnas Indonesia Senior masih tanpa kedatangan pemain-pemain ISL. Latihan yang digelar di Stadion Mini USU, Selasa (8/1) pagi hanya diikuti 13 pemain. Dua pemain tambahan yang hadir adalah Agung Supriyanto (Persijap) dan Agus Nova (Bali Devata)

Koordinator Timnas, Bob Hippy mengatakan pemain-pemain yang diharapkan seperti dari Persipura, Persebaya, Semen Padang diharapkan tiba Selasa malam atau Rabu pagi. "Kemungkinan malam atau besok sampai di Medan. Malam inipun saya akan berangkat Jakarta dan akan bertemu Bambang Pamungkas," ujarnya di Stadion Mini USU.

Bob menjelaskan sudah mendaftarkan pemain yang dipanggil PSSI ke AFC untuk ikut ajang Pra Piala Asia 2015. Namun, dia bilang selain tergantung kemauan pemain membela timnas, juga tergantung kesediaan paspor. "Yang didaftarkan bisa banyak. Namun, pemain tambahan belum tentu berangkat, harus bergantung paspor. Kalaupun dia bagus tapi tidak punya paspor tidak bisa main. Tadi malam kami daftar. Yang didaftarkan banyak, tapi kembali kepada paspor, walaupun nanti yang berangkat hanya 23," bebernya.

Dalam pembuatan paspor, lanjutnya dibantu PSSI. "Memang dibantu PSSI, tapi tidak kan semudah itu. Karena, timingnya terlalu cepat," ucapnya.

Bob Hippy juga memastikan pemusatan latihan timnas senior sangat membantu minimalisir anggaran. Sihar Sitorus (exco bidang kompetisi), lanjutnya membantu pembiayaan. "Ya menghemat, karena jika dibanding saya harus bayar Rp1 juta untuk hotel untuk satu orang, di sini hanya membayar Rp300 ribu. Karena dari anggaran timnas 70 persen  itu untuk hotel dan makan. Itu besar sekali anggarannya. Banyak dibantu Pak Sihar, karena dia juga orang sini (Medan)," bebernya.

Selama di Medan, pemain menginap di Hotel Saka Medan, hotel bintang tiga. Hotel itu disebut-sebut juga dimiliki keluarga Wahyu Wahab, President Pro Duta FC. Sementara lapangan di Stadion USU digunakan tanpa dipungut bayaran.

Selain itu, Bob mengungkapkan pemusatan latihan di Medan untuk membantu membangkitkan persepakbolaan Sumatera Utara. Ini dilatarbelakangi tidak adanya pemain Sumut dipanggil ikut TC.
"Lah justru itu, TC di sini biar ada pemain Medan masuk dua atau tiga tahun lagi, semoga sudah ada lagi (pemain sumut masuk timnas senior)," jelasnya.

Bob yang dicerca soal hanya mengakomodir pemain PON Papua untuk ikut TC, mengaku sudah punya tim scouting untuk memantau pemain yang dipanggil dari level PON. Sumut sendiri masuk babak final sepakbola di PON Riau 2012, dan beberapa pemain yang sempat dipanggil timnas U-23. "Iya kami sudah punya tim scouting untuk itu," kilahnya.

Sementara itu, Direktur Teknik Timnas Indonesia, Danur Windo yang memantau latihan di hari kedua, belum bisa komentar banyak tentang kekuatan tim. “Ini pemain belum lengkap, sulit saya memberi komentar. Mungkin beda setelah dua per tiga pemain datang, atau besok (pemain datang). Kalau sekarang, belum bisa saya nilai secara luas. Tapi yang pasti, kita ingin mendapatkan tim yang bagus,” ujarnya.

Dari trackrecord timnas belakangan yang minim pemain terbaik Indonesia, Danur menilai sejatinya perkembangan timnas lumayan baik. Meski, timnas diisi pemain muda. “Perkembangannya lumayan walau tanpa pemain terbaik, tapi para pemain-pemain itu (timnas di Piala AFF 2012) punya experience. Jika pemain muda itu dilanjutkan, mereka juga bisa matang dari experience. Tentu, jika dengan kekuatan yang ada seperti ini, persaingan di Pra Piala Asia akan sangat tough. Lawan-lawan yang dihadapi akan lebih strong,” tutur mantan pelatih timnas ini.

Mantan pelatih Persija ini berharap para pemain yang dipanggil mau bergabung. “Harapannya semua pemain mau bergabung. Tapi kita akan memaksimalkan apa yang ada, karena kalau kita menunggu terus, kita juga belum tahu (apakah pemain mau bergabung di TC),” jelasnya.

Namun, Danur menyinggung soal fasilitas lapangan Stadion Mini USU, yang menurutnya bergelombang. “Lapangannya masih belumlah. Sebenarnya empuk, tapi masih bergelombang. Sehingga jalan dan passing agak sulit. Tapi saya lihat ada pasir di situ (pinggir lapangan), nanti bisa diperbaiki,” bebernya.

Sedangkan masih dari lokasi yang sama, dalam latihan hari kedua, pelatih timnas Nil Maizar memberikan materi memperkuat pertahanan. Dengan hanya 13 pemain, Nil hanya menggunakan setengah lapangan Stadion Mini USU.  “Saya lebih fokus ke pertahanan, bagaimana pemain bisa menghadapi serangan. Dan, bagaimana saat dalam keadaan tertekan , pemain bisa keluar dari tekanan,” ujar mantan pelatih Semen Padang ini.

Perihal pemain yang masih belum lengkap hadir di pemusatan latihan, Nil memastikan akan memanfaatkan pemain yang ada. “Kita maksimalkan saja yang ada, kalau kita bilang mengganggu program latihan nanti akan kita lihat. Karena semua tergantung kita,” pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait