thumbnail Halo,

Rudy pun menghendaki hanya ada satu Persis yang berkompetisi.

Harapan Persis bersatu tampaknya bakal menjadi mimpi belaka. Persis kembali terbelah dengan berkompetisi di Divisi Utama PT LI dan PT LPIS. Terutama setelah Persis dari DU PT LPIS merencanakan tetap mengikuti kompetisi yang dinilai legal di bawah PSSI.

Padahal, sebelumnya sudah ada wacana menyatukan Persis. Rencana itu didasarkan pada kesamaan nasib. Baik Persis PT LI maupun LPIS sama-sama mengalami krisis keuangan yang berujung tertundanya pembayaran gaji pemain. Bahkan Persis PT LI seperti tertampar karena pemain yang pernah memperkuatnya, Diego Mendieta, meninggal di rumah sakit di Solo. Ironisnya, saat meninggal, gaji Diego belum dibayarkan Persis.

Walikota Solo FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo pun menghendaki hanya ada satu Persis yang berkompetisi. Rencana itu mendapat respon positif dari eks manajemen Persis PT LI dan LPIS. Meski belum satu satu, namun Persis disebut-sebut bakal berkompetisi di DU PT LI.

Hal itu ditegaskan pula oleh CEO PT LI Joko Driyono dalam pertemuan manajer di Solo, Desember lalu. Pelatih Agung Setyabudi dipastikan kembali mengarsiteki Laskar Sambernyawa. Dari jadwal yang dirilis, Persis memulai musim kompetisi dengan menjamu Persitara Jakarta Utara, 4 Februari.

Hanya, rencana satu Persis bakal mentah lagi. Mantan manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi memberi sinyal akan membentuk tim untuk menghadapi kompetisi yang rencananya digulirkan pada awal Maret mendatang. Bahkan sudah ada sponsor tunggal yang siap mendanai Persis.

"Sponsor akan menyampaikan pemaparannya. Kami berharap ada sponsor tunggal karena kami juga akan membahas persoalan ini dengan konsorsium. Bila paparannya diterima, kami pun menyampaikannya di hadapan pengurus cabang [pengcab] PSSI Solo," jelas Joni kepada GOAL.com Indonesia.

"Bila disetujui, kami segera mempersiapkan tim. Sudah ada enam pelatih yang melamar di Persis. Para pemain lama juga siap bergabung, termasuk di antaranya Javier Rocha. Kami tetap menjalin kontak dengan dia," tambahnya.

Sekretaris pengcab Solo Ruhban Ruzziyatno tegaskan hanya menyetujui tim yang mengikuti kompetisi yang menginduk PSSI. Terpenting, Pengcab berharap tim yang berkompetisi memenuhi lima aspek yang disyaratkan.

"Dengan demikian, kejadian di musim lalu tidak terulang. Ada pemain yang meninggal pun kami tak bisa berbuat apa-apa. Begitu pula AFC dan FIFA," kata Ruhban. (gk-51)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait