thumbnail Halo,

Konflik internal bukan kesulitan finansial


LIPUTAN     FAHRY RAYYANA     DARI     SURABAYA  

Kabar tak sedap berhembus dari Persebaya. Sudah hampir seminggu ini, tempat tinggal Erol Iba dkk gelap gulita akibat PLN memutus aliran listrik. Penyebabnya, sejak dua bulan terakhir, manajemen Persebaya belum lunasi pembayaran.

"Ya, memang diputus. Kebetulan para pemain juga kita liburkan latihan," terang media officer Persebaya, Ram Surahman.

Adakah Persebaya kesulitan finansial? "Tidak. Kalau kesulitan finansial, kita justru beresi gaji pemain bulan Januari ini. Cuman, ada beberapa masalah internal yang memang harus dibereskan," terang Ram tanpa menyebut detil persoalan.

Pemain Persebaya memang benar benar dimanja. Saat klub lain belum ada kejelasan soal kontrak, skuad Persebaya sudah terima gaji sejak dua bulan terakhir, Desember dan Januari. Untuk dua bulan pembayaran gaji mereka, nilainya hampir Rp1 miliar.

"Kalau kesulitan keuangan, kenapa kita bisa bayar sebanyak itu?" sergah Ram.

Info yang berkembang, soal listrik ini memang disengaja. CEO Persebaya Gede Widiade kabarnya mulai gerah dengan tekanan dari eksternal tim. Padahal, kedatangan dia di Persebaya murni membantu. Gede Widiade satu satunya CEO di IPL yang tidak digaji. Padahal, infonya angkanya bisa puluhan juta per bulan.

Selain itu, semua pengeluaran Persebaya saat ini bersumber dari kantong pribadinya. "Ya banyak persepsi salah yang berkembang di luar terkait pak Gede. Padahal, beliau sudah berikan segalanya buat Persebaya," tukas Ram.

Sementara itu, tiga pemain Persebaya Taufiq, Endra Prasetya dan Andik Vermansyah dipanggil TC Timnas. Mereka sudah diminta berkumpul di Medan pada Minggu (6/1). "Ya, kam sudah terima surat panggilannya," pungkas Ram. (gk-31)

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Android Apple
Blackberry Windows

Terkait