thumbnail Halo,
Sama Presepsi & Tekad, Arema ISL Lakukan Diskusi Dengan Suporter

Sama Presepsi & Tekad, Arema ISL Lakukan Diskusi Dengan Suporter

Abi Yazid

Diskusi menjadi ajang para pemain, pelatih dan suporter untuk saling curhat dan menyamakan persepsi.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Jeblok di kegiatan pramusim, Arema ISL mendapat kritikan tajam dari Aremania. Ajang yang menurut suporter bisa menambah deretan trofi di lemari itu bisa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Arema, termasuk laga yang di atas kertas bisa dimenangkan, yaitu melawan Persela di Piala Gubernur 2012, Minggu (30/12).

Berkaitan dengan itu, manajemen berupaya menjembatani diri untuk berkomunikasi dengan Aremania. Ajang diskusi yang digelar ini terbuka kepada Aremania benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling curhat. Komponen pemain dan pelatih yang menjadi sansak sasaran Aremania berbicara dari hati ke hati kepada suporter.

Salah satu perwakilan Aremania, yaitu Kaconk, mengatakan jika Arema harus bermain seperti Singa terutama ketika di kandang sendiri. Selama pramusim permainan Arema meski menang tidak menjanjikan sebuah keunggulan sebagai tim yang superior.

"Saya melihat beberapa adat pemain Arema sudah mulai hilang, pemain masuk lapangan dengan semangat, melakukan applause kepada Aremania usai pertandingan, hingga tidak kenal lelah dalam merebut bola tidak ada lagi. Saya sebagai suporter ingin pemain Arema tidak lupa adat," kata Kaconk.

Selain Kaconk, ada sejumlah Aremania lain yang mempertanyakan apakah pemain belum digaji hingga tidak semangat dalam bermain, ataukah pemain sedang mengalami masalah dengan rekan-rekannya.

Untuk yang satu ini, Ridhuan menimpali jika antarpemain tidak ada perpecahan. Arema adalah satu kesatuan yang tidak terpecah.

"Kita hanya butuh waktu untuk menyatukan karakter karena tim ini dibuat dari dua klub ditambah sejumlah pemain baru. Sehingga kami membutuhkan waktu untuk menjawab keraguan Aremani," kata winger Singapura itu.

Ridhuan berharap dukungan Aremania tetap membahana karena pemain akan bersemangat mengeluarkan kemampuan yang terbaik jika mendapatkan dukungan.

Untuk model permainan yang diinginkan Aremania, Greg Nwokolo menjawab dengan menggunakan perumpamaan.

"Real Madrid adalah klub bintang, para pemain sulit menyatu egonya di tahun pertama. Namun, d itahun kedua, permainan tim benar-benar bagus. Namun, itu mungkin yang terjadi di Arema. Tetapi sebagai pemain saya selalu bermain dengan maksimal," kata Greg.

Tidak hanya Greg dan Ridhuan saja yang berkomentar. Nada serupa juga dilontarkan oleh Benny Wahyudi dan Munhar. Kedua pemain yang sudah sangat akrab dengan budaya Malang itu mengatakan, dirinya sebagai pemain akan selalu berusaha bermain maksimal untuk memenuhi harapan publik Malang.

Sementara itu, Rahmad Darmawan mengatakan target dari manajemen ketika dirinya menerima tantangan untuk membesut Arema adalah menjadi juara ISL.

Selama pramusim RD sudah menyusun beberapa agenda termasuk uji coba. Namun konsentrasinya terusik manakala ada tiga turnamen yang mengundang Arema untuk berpartisipasi.

"Sebenarnya dalam TC yang sering saya lakukan bersama tim adalah untuk membuat pemain menjadi kompak. Namun intruksi manajemen untuk mengirimkan tim di berbagai ajang pramusim sulitb saya tolak meski hasilnya tidak menyenangkan bagi suporter, kedepan dia bersama pemain lain akan membuktikan Arema adalah tim kuat," kata Rahmad.

Mewakili menajemen CEO Arema ISL, Iwan Budianto mengucapkan terima kasih atas dukungan Aremania kepada tim Arema. Manajemen akan berupaya melakukan yang terbaik untuk kemajuan Arema kedepan (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait