thumbnail Halo,

Juni berharap, dengan memiliki satu tim, Persis bisa berprestasi.

Persis Solo tidak akan terpecah lagi saat menghadapi kompetisi musim ini. Meski belum ada sinyal penyatuan, namun jajaran manajemen dari Persis versi LPIS memilih legawa untuk tidak membentuk tim. Ini berarti tidak ada Persis yang akan berkompetisi di Divisi Utama PT LPIS yang rencananya digulirkan Februari mendatang.

"Kami legawa jika memang hanya ada satu Persis di Solo. Jadi kami memilih tidak membentuk tim untuk menghadapi kompetisi musim ini," kata mantan manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi, kepada GOAL.com Indonesia.

Joni menanggapi pernyataan walikota Solo FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo yang kembali menegaskan tidak akan ada dua tim Persis di kompetisi DU mendatang. Karena Persis yang berlaga di kompetisi PT Liga Indonesia (LI) sudah mendaftarkan diri, maka tidak akan ada tim dari Persis LPIS. Joni pun tidak akan membentuk tim meski PT LPIS tetap memberi slot untuk Persis agar mengikuti kompetisi DU.

"Pernyataan Pak Rudy dimaksudkan untuk membuat Persis tetap menjadi satu. Lagipula belajar pada musim lalu ketika ada dua Persis, maka tidak bisa fokus meraih prestasi. Kami pun tidak akan membentuk tim meski ada permintaan untuk melakukannya," jelas Joni.

Ditambahkannya, dengan memiliki satu tim, dia berharap Persis bisa berprestasi. Pasalnya, manajemen bisa lebih fokus dalam penggalian dana untuk mendukung tim. Mereka juga bisa memasang target tinggi.

"Kami pun siap jika diminta terlibat dalam pengelolaan tim, termasuk mencarikan pendanaan," jelasnya.

Musim lalu, dua Persis berkompetisi di PT LI dan PT LPIS. Hasilnya, kedua Persis tak ada yang berprestasi. Sebaliknya, mereka diterpa krisis keuangan. Persis PT LPIS yang bernaung di bawah konsorsium sempat menunggak gaji pemain selama beberapa bulan. Pemain akhirnya menerima rasionalisasi gaji.

Sementara, kondisi Persis PT LI lebih parah. Gaji tak dibayarkan karena manajemen kesulitan keuangan. Repotnya, Pasoepati, kelompok suporter sepak bola Solo, lebih memilih mendukung Persis LPIS ketimbang dari LI. Mereka pun menjadi sorotan karena pemain asingnya, Diego Mendieta, meninggal dalam kondisi memilukan. Pemain Paraguay itu menderita sakit dan tidak punya biaya untuk pengobatan karena gajinya belum dibayarkan. Setelah meninggal, gaji Mendieta baru dilunasi. (gk-51)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait