thumbnail Halo,

Indra Sakti mengaku belum mengetahui perihal mundurnya dua orang tertinggi di level manajemen PSMS itu.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Ujian berat menandai persiapan PSMS Divisi Utama PT Liga jelang pergantian tahun. Pasalnya, persiapan tim yang urung selesai diperparah dengan mundurnya dua figur penting di jajaran manajemen, sang CEO Alexander Gho dan manajer Bachrum Nasution. Tidak hanya itu, negosiasi yang berjalan di tempat dengan para pemain di skuat Ayam Kinantan, julukan PSMS, pasca launching tim 2 Desember lalu memunculkan kabar lain, para pemain akan dilepas dan diganti dengan satu skuat bernama PS Kwarta.

Ketua umum PSMS Divisi Utama PT Liga, Indra Sakti Harahap, yang dihubungi Senin malam (31/12), mengatakan, belum mengetahui perihal mundurnya dua orang tertinggi di level manajemen PSMS tersebut. Namun, diakuinya, secara pribadi dirinya tidak terkejut.

“Sejujurnya saya tidak terkejut, karena sudah melihat gejolak itu belakangan ini. Saya sudah bisa membaca, jauh hari saya melihat ada perbedaan pendapat dalam penyusunan tim, tapi saya tidak menyangka akan disikapi dengan frontal seperti ini [mundur]. Karena ini ada mekanismenya dan ini organisasi, saya belum menerima pemberitahuan secara lisan dan tulisan, maka saya sebenarnya belum bisa mengomentari bagaimana detailnya sehingga terjadi hal ini,” ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Selama ini, lanjut Indra pengurus tidak terlalu mau mencampuri bagaimana manajemen menghandle tim termasuk negosiasi dengan pemain. Pengurus, menurut Indra, hanya menginginkan tim terbentuk dan selesai semua urusan termasuk negosiasi kontrak pada 10 Januari.

“Jika pun ada kendala, perbedaan pendapat, kan masih ada jalan tengah seperti urung rembuk. Ketika di level manajemen tidak bisa memenuhi target pengurus, maka pengurus kan bisa mengambilalih untuk mengatasinya. Tapi, kalau sudah terjadi begini [mundur] ya mau bagaimana lagi. Tapi, sekali lagi, karena saya belum mendengar langsung dari yang bersangkutan perihal mundur dan detail masalah yang terjadi, tentu saya akan mencari tahu besok dengan konfirmasi ke mereka. Saya belum mau masuk ke wilayah apa sebenarnya yang melatarbelakangi mundurnya mereka. Saya akan konfirmasi ke CEO, manajer dan pelatih seperti apa. Walau saya tahu ada perbedaan pendapat,” bebernya.

Indra mengungkapkan, kondisi apapun yang terjadi di manajemennya saat ini, tidak akan menyurutkan persiapan tim untuk berkompetisi pada tanggal 27 Januari 2013 mendatang. Menurutnya, ini sebagai tanggung jawab.

“Persoalan ini akan kami rapatkan besok [Selasa]. Kami memang sudah agendakan rapat pengurus, walau sebenarnya agenda awal hanya soal persiapan tim pada pukul 11.00 WIB di Gedung Mantan. Tapi, rapat besok tentunya akan membahas apa yang sudah berkembang dan info yang saya terima dari media malam ini. Tim ini dengan segala persoalannya akan tetap berjalan dan akan bertanding pada 27 Januari,” tuturnya.

Soal sosok pengganti kedua figur yang mengundurkan diri, Indra mengaku semuanya akan berjalan otomatis, di mana di jajaran manajemen sudah ada wakil di tiap jabatan.

“Kan ada wakil CEO, dan wakil manajer saat pembentukan manajemen. Saya rasa mereka para wakilnya secara otomatis meng-handle jabatan yang ditinggalkan,” timpalnya.

Indra juga menampik soal keinginan manajemen dan pengurus untuk mengganti tim yang diisi pemain PSMS dengan PS Kwarta, lantaran lamanya para pemain pemain deal negosiasi harga.

“Ini juga saya baru tahu dari adik-adik media. Saya sama sekali enggak tahu ada keinginan mengganti tim dengan PS Kwarta. Belum sampai ke sana saya, intinya kondisi PSMS musim ini beda dengan PSMS sebelumnya. Saat ini, kami berdiri sendiri dan membiayai tim masih dengan biaya pribadi, karena sponsorship belum ada. Kami juga butuh pengertian pemain tentang ini, jika pemain nantinya mau dirasionalisasi dan sepakat mungkin akan lebih mudah ke depan. Persoalan dana ini memang butuh pengertian tingkat tinggi. Tidak bisa hanya dilimpahkan ke satu orang. Tapi sekali lagi, dengan kondisi apapun kami akan tetap jalan, tim akan dibentuk 10 Januari dan bertanding 27 Januari,” ungkapnya.

Sementara itu, Bachrum yang dikonfirmasi terpisah mengakui kabar mundurnya tersebut. Dia justru menegaskan sudah tidak bersama tim lagi sejak Sabtu (29/12).

“Iya, kami sudah mundur. Sudah cocok ini [mundur], kami capek. Karena enggak beres semua orang itu. Sudah kami kerjakan semua tidak ada tanggapan. Berapa kemampuan uang klub, kami enggak tahu. Nego sudah dilakukan, dia [Indra] tidak ada juga merespon. Jadi kalau bos itu tidak konsekuan, apalagi. Kami mencoba menghasilkan uang dan tidak ada mencari uang di klub ini. Alhamdulillah saya sudah mundur. Berbahagia hatiku, leherku tidak tegang lagi. Tapi tetap, kami berharap secara pribadi dan berdoa agar PSMS maju ke ISL," ungkapnya," beber mantan manajer PSMS U-21 musim lalu ini.

Bachrum mengurai, dirinya dan Alexander serta  Indra Sakti menggelar pertemuan di cafe d'Thongs Medan untuk membahas sikap PSMS terkait penambahan nilai kontrak yang diminta ke 15 pemain PSMS. Dalam pertemuan tersebut hadir juga pelatih Suimin Diharja, yang menurutnya di luar agenda.

"Permintaan pemain diakomodir baru disampaikan ke Ketum, minta tambah sedikit mereka. Itu yang kami rapatkan. Tapi datang pelatih yang seharusnya enggak ikut. Karena ada pelatih, kami diam saja. Seharusnya dia [pelatih] tidak boleh ikut rapat itu, tidak cocok," tukasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait