thumbnail Halo,

Rahmad Darmawan yang gagal mempersembahkan tiga gelar pramusim yaitu IIC, Trofeo Persija, dan Piala Gubernur dituntur mundur suporter.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Ratusan Aremania turun dari tribun menyuarakan rasa ketidakpuasan kepada skuat asuhan Rahmad Darmawan. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Tak Lagi Edan', sebuah kritikan Aremania kepada permainan Arema yang tidak juga membaik meski sudah menjalani 15 kali ujicoba.

Suara sumbang Aremania diberikan kepada RD, pelatih yang musim lalu menukangi Pelita Jaya itu menurut sebagian Aremania dikatakan tidak becus menampilkan permainan yang sesuai karakter Arema.

Kerusuhan sempat terjadi manakala polisi berusaha menghalangi niat Arema. Namun tidak sampai meluas diluar stadion, cukup antara aparat keamanan dan Aremania.

Sementara itu, menanggapi seruan Aremania itu, RD dengan santai menjawab jika dirinya sangat percaya kepada manajemen. Dalam artian jika manajemen Arema tetap mempercayainya, maka dirinya akan menerima tantangan melatih Arema. Jika tidak maka apa boleh buat.

"Saya selalu menganggap positif kritik yang dilakukan oleh suporter. Mereka pasti ingin selalu yang terbaik, ini sudah biasa dalam sepakbola, termasuk ketika saya menangani Persikota, Sriwijaya, ataupun Persipura. Suporter selalu menginginkan kemenangan. Namun pada akhirnya saya mampu membuktikan," kata RD.

RD mengatakan jika sejak awal manajemen Arema hanya menargetkan juara Indonesia Super Liga kepada Arema, sehingga turnamen IIC ataupun piala Gubernur ini menjadi sarana untuk mengetes kemampuan para pemain.

"Saya ditarget menjadi juara ISL, dan saya yakin mampu bisa menggapai juara itu. Untuk saat ini, saya meminta maaf kepada Aremania jika memang melakukan kesalahan," tutup RD. (gk-48)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait