thumbnail Halo,

Terpilihnya Yohana semakin mempertegas dualisme kepengurusan PSSI hingga level pengurus cabang.


LIPUTAN    NINA RIALITA     DARI    MEDAN    
Manajer PSMS yang akan berlaga di Divisi Utama LPIS, Yohana Pardede terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Medan 2012-2016 dalam Muscablub di Hotel Pardede, Sabtu (29/12). Yohana terpilih dengan 15 suara klub dari 18 voter yang mendaftar ulang.  Terpilihnya Yohana semakin mempertegas dualisme kepengurusan PSSI hingga level pengurus cabang. Sebab, Ketua Pengcab PSSI Medan lainnya tapuk pimpinannya dijabat Azzam Riza.

Pengurus provinsi (Pengrov) PSSI Sumut lebih dahulu duaslime di bawah kepemimpinan Darwin Samsul yang dilantik PSSI Djohar Arifin, dan Kamaluddin Harahap yang sudah menerima putusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) sebagai Ketua Pengprov PSSI Sumut setelah menggugat Darwin Samsul. Itu tertuang dalam surat bernomor 1/BAORI/2012 tertanggal 23 Juli 2012.

Dalam surat itu, BAORI mengeluarkan beberapa keputusan penting antara lain menyatakan tidak sah Musdalub Pengprov PSSI Sumut yang dilaksanakan oleh Caretaker Pengprov PSSI Sumut, Bernard Limbong, pada 18 September 2011 lalu. Selanjutnya mengesahkan Musdalub yang dilaksanakan oleh Presidium Pengprov PSSI Sumut untuk selanjutnya memerintahkan kepada PSSI Pusat untuk membatalkan pengangkatan Darwin Samsul sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2011-2015. Namun, hingga ini Darwin Samsul masih terus menjabat sebagai Ketua PSSI Sumut, sedangkan Kamaluddin Harahap belum mengambil langkah tegas pasca-putusan BAORI tersebut.

Dalam Muscablub pemilihan ketua Pengcab PSSI Medan, Sabtu (29/12) pun Darwin Samsul hadir. Selain itu, Ketua KONI dan Dispora Medan juga datang dalam Muscablub ini. Jabatan Ketua Pengcab PSSI Medan sempat lowong cukup lama, setelah Darwin Samsul menjadi Ketua Pengrov PSSI Sumut, di mana Darwin sebelumnya pemegang menjabat Ketua Pengcab PSSI Medan. Dalam sambutannya, Darwin mengharapkan ketua terpilih bisa meneruskan program PSSI Medan terutama peminimalisiran kasus pencurian umur pemain bola, yang acapkali terjadi di tingkatan SSB.

Usai terpilih, Yohana Pardede menjelaskan akan tetap mengemban jabatannya sebagai Manajer PSMS dan tidak akan meninggalkan skuatnya karena dia yakin bisa membagi waktu dan pikiran untuk kedua jabatan tersebut. “PSMS akan mulai sibuk berkompetisi pada bulan Maret. Sementara di PSSI bulan-bulan ini sibuknya. Saya juga kan tidak jalan sendiri, keduanya PSSI Medan dan PSMS adalah teamwork, jadi tidak akan ada masalah. Saya tidak akan meninggalkan anak-anak (pemain PSMS), kalian bisa lihat sendiri kedekatan sayua dengan pemain. Saya akan perjuangkan anak-anak,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai Ketua Pengcab PSSI Medan, dua bulan ke depan ada target yang harus dilakukannya, yakni penguatan internel dengan memanggil klub-klub untuk menjadi Pengcab PSSI Medan. “Yang 40 klub dirangkul kembali . Saat ini 22 klub tidak mendaftar, makanya ini kita akan garap setelah pengurus lengkap untuk pendataan klub lagi. Bagi saya yang penting, jangan tinggalkan saya di tengah jalan untuk membesarkan PSSI Medan ini. Mari sama-sama membangunkan apa yang selama ini tertidur,” tegasnya.

Soal dualisme Pengcab PSSI Medan, Yohana enggan berkomentar banyak. “Kita enggak bisa bilang PSSI (Medan) dua. Karena kita bicara legalitas, kalian lihat sendiri, di sini siapa yang hadir. Ada KONI, Dispora Medan juga PSSI Sumut,” pungkasnya. Yohana dan tim formatur diberi waktu hingga 7 Januari 2013 menentukan kepengurusan. (gk-38)



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait