thumbnail Halo,

Masih menggantungnya nasib tim kebanggaan warga Mojokerto tersebut cukup disayangkan para pemerhati sepakbola setempat.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   MOJOKERTO    
Nasib PSMP Mojokerto tampaknya masih kabur, seiring dengan belum dikantonginya akta badan hukum. Hal itu penting, sebab akta badan hukum adalah salah satu syarat utama yang diajukan oleh PT Liga Indonesia (LI) selaku pengelola kompetisi. Meski PSMP Mojokerto mengklaim, sudah mendaftarkan timnya sebagai calon peserta kompetisi Divisi Utama (DU) PT Liga Indonesia.

Hingga kini PSMP Mojokerto belum juga melakukan persiapan pembentukan tim, seperti halnya kontestan yang lain. Bahkan, dari beberapa kali pertemuan yang dilakukan oleh para pengurus, belum juga dibentuk jajaran manajemen untuk mengelola tim kebanggaan MP Mania ini ke depannya. Padahal, kompetisi DU PT LI musim 2012/13 sudah akan digulirkan pada tanggal 13 Januari 2013.

"Kita sudah daftarkan tim PSMP Mojokerto sebagai calon kontestan Divisi Utama, tapi memang ada syarat yang harus dipenuhi," ungkap sekretaris tim PSMP Mojokerto Heri Suwito kepada GOAL.com Indonesia.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai sekretaris daerah Kabupaten Mojokerto itu, manajemen PSMP Mojokerto musim lalu yang dipimpin oleh Ayub Busono, sudah habis masa kontraknya. Walhasil, persiapan PSMP Mojokerto pun tersendat, karena terganjal status badan hukum yang sampai kini belum jelas.

“Untuk perkembangan selanjutnya, kami belum mengetahui. Karena manajemen PSMP Mojokerto nantinya, akan diurus oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, masih menggantungnya nasib tim kebanggaan warga Mojokerto tersebut cukup disayangkan para pemerhati sepakbola setempat. Pasalnya, tim berjuluk The Lasmojo tersebut sudah menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Mojokerto.

Di antara beberapa pemerhati sepakbola Mojokerto yang bereaksi adalah Pitung Hariono. Ia mengaku prihatin, dengan nasib PSMP Mojokerto saat ini. Ia pun berharap, PSMP Mojokerto dapat melanjutkan kiprahnya di persepakbolaan Nasional.

"PSMP Mojokerto itu ibaratnya sebagai ikon Kabupaten Mojokerto, kita berharap jangan sampai mati meski sampai saat ini nasibnya belum jelas," ujar Pitung.

Ia pun berharap, Ketua Umum PSMP Mojokerto yang juga menjabat sebagai Bupati Mojokerto saat ini Mustafa Kamal Pasa, segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan ikon Kabupaten Mojokerto tersebut.

"Satu-satunya cara, ketua PSMP Mojokerto harus turun dan mengumpulkan semua pengurus, untuk membahas nasib PSMP ke depan. Dipertahankan ataukah dilepas? tapi jika memang sudah ingin dan mampu mengurusi lagi, lebih baik dilepas saja karena kita yakin masih ada pihak yang lebih peduli dengan nasib PSMP ke depan," tegasnya.

Pitung menambahkan, jika memang PSMP dilepas dengan alasan dana, pihaknya meminta agar tidak dijual ke orang di luar Mojokerto. Sebab menurutnya, itu akan berdampak kepemilikan PSMP kan menjadi ke luar daerah.

"Terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang larangan penggunaan APBD untuk sepakbola memang sangat berimbas, tapi jika Ketua PSMP mau turun atau menyerahkan PSMP kepada orang yang peduli terhadap sepakbola, kita yakin PSMP bisa mendapat dana untuk ikut kompetisi," pungkasnya. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait