thumbnail Halo,

Proses negosiasi ulang ini memakan waktu, lantaran kesepakatan baru malah menurunkan harga yang sudah disepakati awal antara pengurus dan tim pelatih.


LIPUTAN   NINA RIALITA     DARI   MEDAN    
Manajemen PSMS Divisi Utama PT Liga mengadakan negosiasi ulang dengan tim pelatih, Suimin Diharja dan asistennya Suharto AD, Coly Misrun dan Mardianto, Selasa (18/12) di sebuah rumah makan, Jalan Iskandar Muda.

Pertemuan ini dipimpin oleh CEO PSMS Alex Gho dan manajer Bachrum Nasution. Negosiasi ini kali kedua dilakukan, karena  pada awal tim pelatih terbentuk dan seleksi pemain negosiasi sudah terjalin kesepakatan perihal harga langsung dengan Ketua Umum, Indra Sakti Harahap. Namun, hingga saat ini belum ada tanda tangan kontrak.

Proses negosiasi ulang ini memakan waktu, lantaran kesepakatan baru malah menurunkan harga yang sudah disepakati awal antara pengurus dan tim pelatih. Suimin Diharja, misalnya, harus merelakan harga kesepakatan awal menjadi turun 50 persen dengan hasil negosiasi ulang tersebut. Suimin mengakui meski jauh dari harapannya, dia masih mau melatih PSMS. Uang panjar dari nilai kontrak pun tidak langsung diterima pelatih, namun akan diberikan Januari 2013.

"Jauh (harganya) dari sebelumnya. Kalau yang sekarang turun 50 persen. Alasannya situasinya yang membuat itu terjadi. Tapi tadi sudah ada kesepakatan. Intinya saya akan melanjutkan program saya," ujarnya.

Suimin enggan membeberkan besaran nilai kontrak yang akan diterimanya dari negosiasi ulang ini. Menurutnya, komitmennya berada di PSMS jauh lebih penting ketimbang bicara harga.

"Komitmen itu tidak lagi bicara nilai. Tidak ada yang bisa menilai komitmen. Dari awal saya sudah bilang untuk mengabdi kepada PSMS. Klub yang telah membesarkan nama saya baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih,” tegasnya.

Setelah proses ini, Suimin akan kembali melanjutkan latihan dan mempersiapkan TC pemain. Selama ini, Suimin tak bisa membantah, latihan belum maksimal. “Bagaimana mau maksimal, latihan saja lapangan dibagi dua (dengan PSMS LPIS),” timpalnya.

Sementara itu CEO PSMS, Alexander Gho membenarkan perihal kesepakatan yang terjalin. Setelah tim pelatih, lanjutnya manajemen akan memanggil pemain. Untuk skuat PSMS, harusnya sudah diberikan Selasa, karena manajemen dan pengurus sudah berkali-kali menunda tanda tangan kontrak, padahal latihan sudah cukup intens.

"Awalnya, kami bermaksud memanggil sekitar enam pemain untuk tanda tangan kontrak tadi, tapi karena tidak cukup waktu, besok hingga seterusnya, akan dipanggil masing-masing enam pemain," lanjutnya.

Skuat PSMS untuk divisi utama akan diisi 25 pemain ditambah tiga pemain magang. Sayangnya, nama-nama pemain yang pasti memperbuat tim utama belum dibeberkan.

“Pengumuman akan kami lakukan Jumat (21/12). Hingga sekarang ada 38 pemain, 10 lagi ya, terpaksa kami rumahkan, namun pasti ada kompensasi yang kami berikan nantinya," tukas mantan asisten manajer PSMS IPL musim lalu ini.

Sedangkan,  Bachrum Nasution manajer tim tak menampik tudingan kepada pihaknya yang lamban membaca keluhan pemain soal kontrak. "Iya. Tapi, kami kan harus bisa membaca situasi dengan kondisi sepakbola seperti ini, kami tidak boleh salah melangkah. Itulah alasannya kenapa negosiasi lama dilakukan. Intinya kan tetap jadi," tegasnya.

Untuk TC pemain, kata Bachrum akan dimulai minggu depan dan akan memakai Mes Kebun Bunga. Ini berarti akan berbagi dengan PSMS LPIS. Manajemen sempat mengambil opsi TC di Lubukpakam.

"Tempatnya di Mes Kebun Bunga tetap.  Kebun Bunga home basenya. Kebun Bunga itu milik PSMS tidak di Pakam," pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait