thumbnail Halo,

Djoko Susilo mengakui timnya kalah kelas dengan Gresik United.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    
Skuat Gresik United yang akan berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/13, rupanya terlalu kuat bagi tim Deltras Sidoarjo. Dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Petrokimia, Minggu (16/12), skuat Gresik United sukses menggelontor Deltras lima gol tanpa balas.

Dua gol dari total lima gol tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut tercipta pada babak pertama, masing-masing melalui eksekusi penalti Aldo Barreto pada menit ke-13 dan Gustavo Chena di menit ke-25. Sampai dengan turun minum, skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah Gresik United tetap bertahan.

Memasuki interval kedua, skuat Gresik United berhasil menambah tiga gol lainnya melalui Park Chul Hyung pada menit ke-60, Khabib Syukron di menit ke-81, dan Rizky Novriansyah pada menit ke-83.

“Saya akui, memang kami kalah kelas dengan Gresik. Jadi wajar bila kami kalah dalam laga uji coba kali ini, apalagi skuat kami baru saja terbentuk. Tapi yang terpenting buat kami adalah bukan dari sisi skor, namun dari segi permainan saya rasa anak-anak sudah mulai ada peningkatan,” ujar pelatih Deltras Sidoarjo Djoko Susilo kepada GOAL.com Indonesia.

Dalam pertandingan ini sendiri, skuat Deltras terlihat kurang begitu siap bermain dalam tempo cepat, mengimbangi permainan yang dikembangkan para pemain Gresik United. Terutama, sosok penjaga gawang Yoseph Beny, yang terlihat beberapa kali melakukan kesalahan mendasar.

“Saya kira itu wajar, karena kiper dia [Yoseph Beny] baru promosi dari Deltras U-21. Terlepas dari hal itu, saya menaruh apresiasi tinggi kepada para pemain, yang mampu tampil konsisten meski bermain di bawah guyuran hujan dan tekanan suporter lawan. Beberapa kali kami juga mampu menghasilkan peluang, sayang finishing touch para penyerang kami belum menemui sasaran,” sambungnya.

Djoko juga menyoroti lahirnya gol pertama Gresik United, yang tercipta melalui kaki Aldo Barreto pada menit ke-13. Ia tidak mempermasalahkan lahirnya gol tersebut, tapi lebih kepada proses kejadian sebelum akhirnya berbuah hadiah penalti bagi Gresik United.

“Kalau eksekusi penaltinya sih kami tidak masalah, namun yang jadi tanda tanya adalah kejadian sebelumnya, di mana wasit memberikan penalti itu. Sebab dari pengamatan saya, yang melanggar itu pemain Gresik, jadi kenapa kami yang kemudian kena penalti?,” kata Djoko dengan nada heran.

Meski begitu, ia mengaku cukup puas dengan keseluruhan pertandingan.

“Untuk pertandingan secara keseluruhan, kami cukup puas. Kami pun berterima kasih kepada pihak Gresik, yang telah mengundang kami dalam laga uji coba ini. Dengan pertandingan ini, kami jadi tahu kekurangan tim yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi,” papar Djoko.

Sementara itu, pelatih Gresik United Suharno mengatakan, bila dirinya masih belum puas kendati anak asuhnya menang besar atas Deltras. Sebab ia menilai, laga uji coba kali ini bukan mencari hasil, tapi lebih difokuskan kepada skema permainan, kesolidan antar lini dan finishing para pemain.

“Kalau saya pribadi masih belum puas. Sebab, kami tidak mencari hasil. Terpenting adalah bagaimana permainan anak-anak, fisik dan kerjasamanya, terutama finishing para penyerang. Dan itu saya nilai masih belum, lantaran fisik anak-anak belum begitu stabil bermain di bawah guyuran hujan,” ungkap Suharno. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait