thumbnail Halo,

Totok menyatakan, pihaknya akan lebih memfokuskan program pembinaan usia dini serta pemberdayaan organisasi dan sumber daya di lingkungan PSSI Gresik.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    
Gerbong Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Gresik periode 2012-2016, sudah resmi dilantik oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Timur (Jatim). Dengan diketuai Totok Basoeki, kepengurusan baru PSSI Gresik siap mengabaikan dualisme PSSI yang terjadi saat ini, dan akan lebih memfokuskan pada pembinaan sepakbola yang ada di lingkungannya.

Pengurus PSSI Gresik dilantik oleh Pengrov PSSI Jatim di Gedung Pemerintahan Daerah (Pemda) Gresik, pada Jumat (14/12) lalu. Hadir dalam acara pengukuhan ini adalah perwakilan dari Pengprov PSSI Jatim Cahyo, yang merupakan Ketua VII Pengprov PSSI Jatim, dan Wakil Bupati Gresik M Qosim.

Sementara Totok berhak menjadi ketua umum yang baru, usai memenangi pemilihan dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) PSSI Gresik dua minggu sebelumnya. Dalam Muscablub yang diikuti 28 perwakilan klub internal PSSI Gresik itu, Totok memperoleh 22 suara, sedangkan pesaingnya M Irfan Choirie hanya memperoleh tujuh suara.

"Kami dan anggota PSSI Gresik saat ini sudah sepakat, tak lagi ikut andil lebih lanjut soal dualisme PSSI saat ini. Kami akan lebih memfokuskan program pembinaan usia dini serta pemberdayaan organisasi dan sumber daya di lingkungan PSSI Gresik," ujar Totok kepada GOAL.com Indonesia.

Selain program tersebut, Totok juga akan memberdayakan program kompetisi amatir secara simultan. Hal ini dilakukan, agar pembinaan sepakbola di Gresik kualitasnya bisa meningkat, sehingga bisa lebih menggema di tingkat nasional atau bahkan internasional. Ia menambahkan, seharusnya sepakbola Gresik sudah waktunya bangkit. Sebab, sebelumnya pernah menjadi barometernya sepakbola Nasional, khususnya Jawa Timur.

Sementara itu, Cahyo selaku perwakilan dari Pengprov PSSI Jatim sempat menyentil kepengurusan PSSI Gresik periode 2012-2016, yang dinilai ‘terlalu gemuk’. Karena anggota PSSI Gresik periode ini sekitar 78 orang, dan hanya melibatkan satu orang wanita di dalam jajaran kepengurusan. Jumlah pengurus ini juga hampir tiga kali lipat, jika dibandingkan dengan pengurus PSSI Gresik periode sebelumnya.

"Tekad kami bukan pelatikannya saja, tapi bagaimana kinerja pengurus di masa mendatang. Kami akan buktikan, bila banyaknya jumlah anggota takkan berpengaruh buruk pada organisasi, tapi sebaliknya," tutur Totok.

Sedangkan wakil bupati Gresik M Qosim berpesan kepada PSSI Gresik, agar tidak terbawa ke ranah dualisme PSSI dan lebih fokus dalam melaksanakan unsur pembinaan sepakbola usia dini (amatir). Qosim juga menjanjikan, anggaran untuk Pengcab PSSI Gresik di tahun 2013, bakal ditingkatkan tiga kali lipat dari anggaran sebelumnya. Di mana, anggaran yang semula pada 2012 sebesar Rp500 juta, bakal ditambah menjadi Rp1,5 miliar.

“Dengan pengurus yang begitu banyak, anggaran juga harus dinaikkan. Kami berharap, dengan banyaknya anggota dan anggaran nantinya, dapat membawa dunia persepakbolaan Gresik lebih maju dan dapat berbicara banyak di tingkat nasional maupun internasional,” papar Qosim. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait