thumbnail Halo,

Gomes menilai anak asuhnya bisa tampil menjadi pemenang pada laga kali ini.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  LAMONGAN    
Dua kontestan turnamen pramusim Inter Island Cup (IIC) 2012 Grup C, Persela Lamongan dan Persiwa Wamena, dipastikan gagal melangkah ke babak semi-final. Hal itu terjadi karena kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol di Stadion Kanjuruhan-Malang, Senin (10/12) petang WIB.

Atas hasil ini, pelatih kepala Persela Lamongan Gomes de Olivera menyatakan, hasil imbang melawan Persiwa pada pertandingan kedua grup C IIC 2012, merupakan hasil yang kurang baik. Karena pada dasarnya, ia menilai anak asuhnya bisa tampil menjadi pemenang pada laga kali ini.

“Hasil ini jelas kurang baik buat tim kami. Harusnya kami bisa mengamankan tiga poin. Tapi bagaimanapun, anak-anak sudah tampil maksimal, dan kami harus puas berbagi poin dengan Persiwa,” ungkap Gomes saat dikonfirmasi GOAL.com Indonesia.

Bertanding di bawah guyuran hujan, kedua tim sama-sama bermain dengan tempo lamban. Kendati demikian, Persela lebih bisa mengendalikan permainan di menit-menit awal. Pada menit keempat, Mario Costas yang berdiri bebas mampu melepaskan tendangan setengah voli. Akan tetapi, peluang pertama Persela itu masih bisa ditepis penjaga gawang Persiwa M Yasir.

Hingga 20 menit laga berjalan, Persiwa tak sekali pun mendapatkan peluang. Tim berjuluk Badai Pegunungan tersebut terus dipaksa bertahan oleh Persela. Sementara Laskar Joko Tingkir, julukan Persela Lamongan, sempat kembali mendapatkan peluang emas melalui sundulan Samsul Arief memanfaatkan tendangan sudut Oh Inkyun. Akan tetapi, sundulan pemain timnas itu masih melebar.

Sadar permainan anak asuhnya tak berkembang, pelatih Subangkit melakukan rotasi di menit ke-40. Pieter Romaropen dimasukkan untuk menggantikan Hari Chaniago. Namun pergantian ini tak begitu berarti, skor kacamata tak berubah hingga jeda.

Gomes menuturkan, Gustavo Fabian Lopez dkk terlalu terburu-buru dalam menyikapi setiap peluang yang tercipta. Finishing yang kurang maksimal, juga menjadi catatan pelatih asal Brasil tersebut.

“Kami harus perbaiki ini, terutama soal finishing touch. Apalagi lawan kami nanti pada saat laga pamungkas adalah tim kuat [Persipura]. Kami tidak boleh tampil seperti hari ini,” sambungnya.

Persiwa sendiri bangkit di awal babak kedua. Laga baru kembali berjalan lima menit mereka mendapatkan setidaknya tiga peluang. Namun, Khoirul Huda tampil gemilang dengan menggagalkan dua kali tendangan dari Nke Ondoua Guy. Sementara satu peluang yang didapatkan Pieter, masih bisa dihalau oleh tekel Roman Golian.

Tak mau terus tertekan, giliran Persela yang melakukan pergantian pemain. Pada menit ke-67 Gomes menarik keluar Samsul Arif dan Dedi Indra. Keduanya lantas digantikan Zaenal Arifin dan Arifki Eka Putra. Sementara di kubu Persiwa, Subangkit juga tak mau kalah. Ronny Firmansyah dan Isak Konon dimasukkan, untuk menggantikan Djibril Diallo dan Robert Elopere. Namun, rotasi kedua pelatih itu sama-sama tak berfungsi dengan baik. Hingga wasit Jerry Elly meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan.

“Kami realistis saja. Memang di atas kertas kami masih punya peluang. Tapi itu dengan catatan, kami harus mengalahkan mereka [Persipura] di atas tiga gol. Tentu ini berat, walaupun hal ini sangat mungkin untuk terjadi. Kita lihat saja nanti di lapangan,” pungkas Gomes. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait