thumbnail Halo,

Pengamat sepakbola Indonesia tersebut menilai MoU yang ada sama dengan dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden dalam keadaan darurat.


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter
Pengamat sepakbola Indonesia Yusuf Kurniawan menilai tidak sepatutnya ada pihak-pihak yang ingin melanggar MoU yang telah disepakati oleh PSSI dan KPSI di depan FIFA-AFC.

Yusuf menilai MoU yang telah disepakati tersebut sudah berada di atas statuta karena saat ini situasi sepakbola nasional sedang dalam kondisi carut marut.

"Jadi kalau disebut MoU itu melanggar statuta, itu sesuatu yang lucu. Kenapa ditanda tangani MoU itu. Kalau seperti itu secara de facto mereka mengakui ada organisasi lain di luar PSSI yang harus dirampungkan," ujar Yusuf seperti yang dilansir Tribun.

"Diibaratkan sebuah negara yang sedang darurat, presiden dalam artian AFC dan FIFA mengeluarkan dekrit. Dekrit itu posisinya berada di atas undang-undang. Jadi walaupun itu MoU, maka harus menjadi rujukan untuk menyelesaikan permasalahan sepakbola yang terjadi sekarang."

"Jadi MoU berada di atas statuta. Statuta boleh ditegakkan dalam situasi normal."

Yusuf Kurniawan berharap supaya sepakbola Indonesia dapat terhindar dari sanksi yang akan dijatuhkan oleh FIFA bila tidak ada penyelesaian dalam konflik ini.

"Apabila diberikan sanksi, tentu saja itu sangat merugikan kita. Salah satu contohnya adalah sanksi membuat kita tidak bisa berhubungan dengan federasi yang berafiliasi dengan FIFA. Kemudian kita hanya berkompetisi di dalam negeri saja," ungkapnya.

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait