thumbnail Halo,

Arema ISL berhasil menumbangkan perlawanan dari Persela. Hasil ini membuat Arema semakin mantab menghadapi laga berikutnya.

Bertanding dihadapan 20 ribu suporter fanatiknya yaitu Aremania di Kanjuruhan, Arema ISL mampu mempertontonkan sepakbola menyerang. Hasilnya, anak asuh Rahmad Darmawan itu menghempaskan perlawan dari Persela Lamongan dengan skor telak 3-0.

Menurunkan formasi menyerang 4-3-3, Arema sempat kedodoran oleh perlawanan ulet yang ditunjukkan Persela di lini tengah. Duet Egi Melgiansyah dan I Gede Sukadana harus berjibaku keras melawan Gustavo Lopez dan Fajar Handika.

Tetapi permainan Persela hanya sebatas merepotkan saja karena beberapa kali justru tekanan tuan rumah membuat Roman Golian bekerja ekstra keras.

Di menit sembilan, satu aksi dari Qischil Gandrumini dari sisi kiri yang menerima umpan dari Alberto gagal dimanfaatkan setelah sepakan kerasnya usai meliuk-liuk membawa bola masih bisa diblok oleh Roman Golian.

Golian pulalah yang juga menghentikan lima kali umpan silang yang dilakukan oleh pemain Arema dari sisi kanan dan kiri hingga menit 18.

Di menit ke-19, satu buah serangan balik dari Ikyun Oh, membuat Victor Igbonefo melakukan pelanggaran dua meter sebelum kotak pinalti. Gustavo Lopez yang ditunjuk sebagai eksekutor tendangan bebas gagal menunaikannya menjadi gol karena sepakan kerasnya melebar di sisi kiri gawang Kurnia Meiga.

Satu buah kerjasama satu dua antara Dendi Santoso dan Keith Kayamba Gumbs membuat pemain Persela panik dimenit 26. Hingga akhirnya Djayusman Triasdi melakukan handsball dikotak pinalti. Adalah Alberto Goncalves yang bertindak sebagai eksekutor berhasil menyarangkan bola mulus ke gawang kiper Khoirul Huda.

Alberto pulalah yang akhirnya menggandakan keunggulan Arema ISL di menit 44 usai bola dari Gustavo Lopez berhasil dicuri oleh pemain Arema ISL dan diumpankan ke depan. Alberto yang punya kecepatan bagus menang adu lari melawan Danu Rosade hingga akhirnya mudah menceploskan bola untuk kedua kalinya. Skor kemenangan 2-0 itu berakhir hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, kedua tim melakukan beberapa perubahan. Samsul Arif dari Persela masuk menggantikan Zainal Arif, sedangkan dari Arema Thiery Gathuesi digantikan oleh Purwaka Yudi.

Di menit 48, wasit menghentikan pertandingan karena lapangan tertutup asap. Hal ini disebabkan oleh kondisi udara yang lembab plus puluhan flare yang menyala dari berbagai sudut lapangan membuat kondisi stadion Kanjuruhan.

Pertandingan yang akhirnya dilanjutkan pada menit 62 itu langsung membuat Arema melakukan serangan cepat usai Sukadana berhasil merebut bola di tengah. Dengan cepat bola itu diumpan. Hasilnya, Qischill yang bergerak dari sisi kiri dengan mudah mencetak gol ketiga Arema.

Di menit 67, kerjasama satu dua antara Gumbs dengan Sukadana berhasil membongkar pertahanan Persela. Namun sepakan Sukadana masih bisa ditepis dengan baik oleh Khoirul Huda.

Persela tidak mau kalah, di menit 81, kecepatan Samsul Arif, rekrutan baru dari Persibo. Berhasil membuat satu peluang. Namun sepakan kerasnya masih bisa dengan mudah ditepis oleh Meiga.

Kedua tim silih berganti melakukan serangan cepat, termasuk peluang emas yang didapatkan oleh Greg Nwokolo di menit-menit akhir. Namun sepakan kerasnya yang tinggal berhadapan dengan kiper masih membentur mistar. Skor 3-0 tidak berubah dan membawa Arema punya poin yang sama dengan Persipura.

Usai pertandingan, Gomes Oliviera pelatih Persela mengatakan jika Arema ISL adalah tim yang sangat tangguh, banyak kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya. Sehingga melawan tim sekelas Arema, satu kesalahan kecil bisa dihukum menjadi gol.

"Arema adalah tim kuat, kami tidak terlalu kecewa dengan kekalahan ini, setidaknya saya menjadi tahu kelemahan apa yang ada pada Persela. Sebelumnya kami selalu menang dalam ujicoba karena melawan tim yang levelnya ada di bawah," kata Gomes.

Sementara itu, Rahmad Darmawan dalam jumpa pers mengatakan jika dirinya mengucapkan terima kasih kepada pemain atas perjuangan maksimalnya di lapangan. Namun dirinya mengatakan jika masih banyak kekurangan yang ada. Salah satunya adalah pengaturan ritme permainan.

"Saya sudah sering mengingatkan kepada pemain untuk bisa mengatur tempo. Bagaimana jika menyerang, bagaimana jika kehilangan bola, dan bagaimana ketika menunggu bola, kami masih melatih para pemain untuk itu semua," kata Rahmad. (gk-48)

Susunan Pemain
Arema: Kurnia Meiga,  Hasim Kipuw, Victor Igbonefo, Tiery Gathuesi (Purwaka Yudi 46’), Benny Wahyudi, Egi Melgiansyah, I Gede Sukadana, Dendy Santoso (Joko Sasongko 91’), Keith Kayamba, Qischil Gandrum, Beto Goncalves (Greg Nwokolo 77’).

Persela Lamongan: Khoirul Huda, Roman Golian, Djayusman Triasdi, Saiful Lewenusa, Danu Rosade, Gustavo Lopez, Fajar Handika (Catur Pamungkas 71’), Zainal Arifin (Samsul Arif 46’), Jimmy Suparno (Arifki Eka Putra 95’), In Kyun Oh, Mario Costas



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait