thumbnail Halo,

Nama Diego, sejatinya sudah akrab di telinga masyarakat Sumatera Utara, khususnya Deliserdang pada tahun 2006.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Meninggalnya Diego Mendieta, striker Persis Solo di Divisi Utama PT Liga Indonesia masih menyisakan duka mendalam bagi sepakbola Indonesia, tak terkecuali mantan rekannya di klub, Dede Pranata. Penjaga gawang yang kini berkostum PSMS versi ketua umum Benny Sihotang itu belum bisa melupakan sedihnya atas apa yang menimpa rekan satu timnya musim lalu itu.
 
Terlebih, Diego, di mata Dede adalah pribadi yang sangat baik. Nama Diego, sejatinya  sudah akrab di telinga masyarakat Sumatera Utara, khususnya Deliserdang pada tahun 2006. Itu kali pertama, Diego merasakan atmosfer sepakbola Indonesia. Diego mencoba peruntungan dengan seleksi di PSDS Deliserdang, Diego tampil ciamik dan mengundang simpati publik Deliserdang. Sayang, di menit-menit akhir, pemain berusia 32 tahun ini gagal berkostum Traktor Kuning-julukan PSDS, lantaran terganjal administrasi.
 
“Diego sangat pintar bersosialisasi dengan rekan satu tim dan selalu bisa buat kawan-kawannya tertawa. Sebagai pemain, dia adalah striker yang andal, delapan gol sudah dia cetak musim lalu bersama Persis Solo,” ujar Dede usai latihan di Stadion Kebun Bunga.
 
Dede mengaku, kalau kehidupan Diego sangat memprihatinkan. Terlebih, para skuat Persis Solo tanpa gaji selama empat bulan. “Untuk bayar kos-kosan saja dia ngutang. Selain itu makan saja kadang-kadang numpang. Karena itu dalam kondisi sakit pun ia paksakan ikut tarkam,” tukasnya.

Dede bilang cukup terkejut dengan sakitnya Diego belakangan ini, lantaran Diego sangat menjaga kesehatan. “Diego itu selalu naik sepeda, kalau mau latihan yang jaraknya 300-400 meter,” timpalnya.
 
Mantan kiper Pro Duta ini, menambahkan cukup tahu soal sakitnya pemain asing asal Paraguay tersebut. Diego, lanjutnya pernah mengeluhkan soal sakit typus.

“Diego pernah tanya ke saya, kalau sakit typus itu seperti apa. Bahkan, tiga hari sebelum dia (Diego) meninggal, saya sempat telepon untuk menanyakan kondisinya seperti apa dan bagaimana pemeriksaan dokter. Tapi, saat itu, ngomongnya sudah ngawur dan dia (Diego) bilang sakit DBD,” kenangnya.
 
Dede berharap kasus Diego menjadi yang terakhir di Indonesia, karena akan jadi preseden buruk. Soal pelunasan gaji, Dede masih menanti iktikad baik manajemen. “Gaji kami belum dibayar. Hak Diego mungkin diduluakan. Kami entah kapan. Tadi sih janjinya dalam minggu ini mau direalisasikan, jangan sampai nunggu pemain ‘enggak ada’ baru dibayar,” pungkasnya. (gk-38)

 
Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait