thumbnail Halo,

Menurut Fairyo, Johanes Nabar punya peluang untuk mampu menyamai Andik Vermansyah.


LIPUTAN  DOMINGGUS A MAMPIOPER     DARI  JAYAPURA    
Johanes Nabar, pemain kelahiran 14 September 1991, ini memang  produk asli klub Paradise FC Sentani. Karirnya sepakbolanya diawali dengan bermain futsal dan sekaligus sepakbola. Hengkangnya Ferinando Pahabol dan Patrick Wanggai ke Persipura membuat peluangnya terbuka untuk menggantikan posisi kedua pemain anyar itu. Prestasinya di PON XVIII 2012 di Riau terbilang lumayan karena telah mengoleksi sebanyak lima gol sebagai top skor.

Kebetulan postur tubuh dari Johanes Nabar adalah 156 cm, hanya terpaut satu sentimeter dari Pahabol yang juga memiliki tinggi badan hanya 157 cm. Sedangkan Lukas Mandowen juga pemain mungil dari Persipura dengan tinggi badan 162. Pemain Papua lainnya yang bertubuh mungil adalah Oktovianus Maniani yang memiliki tinggi badan 159 sentimeter saja.

“Ini berarti dari keempat pemain mungil asal Papua, jelas Johanes Nabar paling pendek, sedangkan Lukas Mandowen tertinggi,” kata Ferdinando Fairyo, mantan pelatih PON XVIII Cabang Sepakbola Papua di Riau, 2012, itu kepada GOAL.com Indonesia, Senin (3/12).

Ditambahkan, kalau dari segi usia Lukas Mandowen paling senior, yakni kelahiran Jayapura, 6 April 1989, sedangkan Ferinando Pahabol kelahiran  Yahukimo, 16 Januari 1990 dan Okto Maniani, kelahiran Jayapura, 10 Oktober 1990.

Menurut Fairyo, sebagai mantan pelatih Johanes Nabar di PON, pemain ini punya peluang untuk mampu menyamai rekan-rekan pemain mungil lainnya termasuk Andik Vermansyah.

“Asal saja ada peluang dan kesempatan serta menambah jam terbang, kata Fairyo seraya mengatakan, pemain ini staminanya luar biasa dan tidak egois jika ada temannya yang memiliki peluang pasti akan diumpan.

Prestasi Nabar bagus karena menjadi top skorer di PON XVIII 2012 Riau dengan torehan lima gol. Johanes Nabar juga pernah ikut TC PSSI U-22, namun akhirnya kembali ke Jayapura. Kehebatan Johanes Nabar nanti akan teruji saat Persidafon ikut berlaga di Inter Island Cup (IIC) 2012 pada babak penyisihan di Bandung. Saat melawan tim Madura United, di IIC 2012, Johanes Nabar mampu mencetak gol.

Mantan pelatih tim PON Papua Nando Fairyo merasa bahagia karena para pemain jebolan PON Papua banyak yang dilirik dan juga terpilih membela tim nasional. Yohanes Nabar sendiri termasuk pencetak gol terbanyak di sepakbola PON 2012 di Riau. Dia mengoleksi sebanyak lima gol. Kemampuan skill individu yang mumpuni membuatnya menjadi salah satu ikon tim PON Papua yang akan meraih sukses.

“Nabar pemain yang komplet, punya kecepatan dan teknik bagus,” kata Ferdinando Fairyo seraya berharap Persidafon tak rugi mengambil pemain mungil ini dalam skuat Persidafon. Biar pun Pahabol dan Patrich Wanggai pergi masih ada Nabar dan Ronald Setmob.

Dia berharap Johanes Nabar akan menjadi masuk ke dalam skuat Persidafon dalam ISL 2013/13 mendatang dan tidak tertutup kemungkinan Jacksen F. Tiago bisa juga meliriknya masuk Persipura musim mendatang. (gk-34)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait