thumbnail Halo,

Rencana penambahan jumlah peserta baru bisa dilakukan dengan mengubah statuta melalui kongres.

Keinginan Semen Padang dan Persijap jepara untuk pindah ke Indonesia Super League (ISL) kembali mendapat penolakan. Kali ini penolakan disampaikan mantan direktur teknik PSIM, Dwi Irianto. Menurutnya jumlah peserta untuk kompetisi di kasta tertinggi idealnya hanya 18 klub.

"Apa pun alasannya, jumlah ideal klub peserta ISL adalah 18. Bila menjadi 20, kompetisi bakal berlangsung lama atau bisa sampai hampir satu tahun. Pasalnya, jadwal kompetisi sering mundur. Belum lagi bila ada libur di tengah kompetisi," jelas Dwi.
 
"Namun bila kurang dari 18 klub peserta juga tidak ideal. Pasalnya pemain timnas harus bermain antara 36-40 pertandingan dalam satu musim. Jadi, standar untuk ISL seharusnya 18 klub saja," tambah Sekum Pengprov PSSI DIY ini.

Dwi menanggapi rencana PT LI yang akan menambah kuota peserta ISL dengan menerima dua klub Indonesia Premier League (IPL) SP dan Persijap. Hanya, rencana penambahan jumlah peserta baru bisa dilakukan dengan mengubah statuta melalui kongres.

Namun, Dwi menilai ketimbang menambah jumlah peserta liga sehingga harus mengubah statuta melalui kongres, lebih baik PT LI merekrut perangkat pertandingan IPL. Langkah ini bisa dilakukan untuk menaikkan kualitas kompetisi. Selain itu, Dwi mempertanyakan pertimbangan PT LI menerima SP dan Persijap.

"Kenapa bukan Persiba Bantul yang diterima? Pasalnya, tidak hanya SP dan Persijap tapi juga Persiba yang menyatakan keinginan untuk ke ISL. Semua mengajukan permohonannya tapi sepertinya tidak ada tanggapan untuk Persiba," jelasnya.

"Padahal, Persiba memenuhi kriteria daripada Persijap, misalnya. Persiba peringkat empat di IPL. Mereka juga berstatus juara Divisi Utama dari PT LI," ujar Dwi lagi. (gk-51)

Terkait