thumbnail Halo,

Indonesia adalah negara kedua di dunia yang baru mendapatkan bola tahan banting ini.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Sebanyak 350 bola kaki tahan banting dari One World Futbol dan Chevrolet diberikan untuk anak-anak di Sumatera Utara. Wilayah pertama di Sumut bertempat di Lau Kawar yang didistribusikan untuk murid kelas VI SD Negeri 043950 Sigarang-garang, Kecamatan Naman Trans, Tanah Karo, Selasa (20/11), dan selanjutnya akan diberikan ke Nias, Rabu.

Di Pulau Sumatera, Lau Kawar adalah bagian penting dari distribusi pertama 5.400 bola kaki berkualitas dan tahan banting dari Chevrolet dan One World Futbol di beberapa wilayah kurang beruntung di Indonesia.

Penyerahan bola ini ditandai dengan hadirnya 30 murid dari SD Negeri 043950 yang antusias, khususnya anak laki-laki yang keseluruhannya bercita-cita sebagai pesepakbola.

“Selama ini, kami hanya punya satu bola kaki untuk bermain sepakbola. Bola itu digunakan bergantian dari kelas satu sampai kelas enam,” ujar Elia Rosa kepada GOAL.com Indonesia, usai menerima bantuan secara simbolis.

Guru Olahraga SD ini menambahkan, satu sekolah ada sekitar 270 murid. Selain bola kaki, murid-murid juga menerima bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah.

Acara yang digelar tepat di samping danau Lau Kawar, di kaki gunung Sinabung, di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo ini juga dimeriahkan dengan hadirnya free styler Sumarlin ‘Beta’ Soleh’. Beta yang juga salah satu pemeran di sinetron ‘Tendangan si Madun’ ini mempertontonkan keahliannya dan mengajarkan skill-nya kepada para murid. Selanjutnya kegiatan ini dituntaskan dengan pertandingan persahabatan tim murid SD melawan tim gabungan media, Chevrolet dan warga di sekitar lokasi. Hasilnya, sangat mengejutkan, para murid SD menang dengan skor 2-1.

Ruslan Bestari Putra Nduru, murid SD yang dikenal piawai bermain bola di kalangan teman-temannya, mengaku senang dengan kegiatan ini. Penggemar Andik Vermansyah dan Cristiano Ronaldo ingin punya kesempatan berlatih bermain bola. Selama ini, bocah berusia 13 tahun ini mengaku hanya bisa menambah kegiatan bermain bola di sekitar rumahnya.

“Kalau di sekolah hanya bisa main seminggu dua kali saat pelajaran olahraga. Selebihnya enggak bisa, karena bola hanya ada satu untuk semua kelas. Jadi saya sering belajar sendiri di rumah, ada satu bola dan mainnya di depan rumah ada lapangan tapi enggak luas,” ujarnya.

Kondisi Ruslan yang asal Nias Selatan ini, hampir sama dengan murid lainnya yang ada di lokasi, pakaian sekolah yang sederhana dan sepatu yang sudah menganga. “Ini sepatu saya satu-satunya, ini juga yang dipakai untuk main bola, apalagi kalau ke sekolah harus jalan kaki setengah jam sambil lari-lari (jarak rumah dan sekolah 2,5 Km),” ungkap Ruslan yang ibunya bertani sayur dan bapaknya meninggal dunia.

Direktur public relations PT General Motors Indonesia, agen pemegang merek (APM) Chevrolet, Maria Sidabutar, di sela-sela acara, menjelaskan, Indonesia adalah negara kedua di dunia yang baru mendapatkan bola tahan banting ini, bola yang tidak boleh dijual dan dibeli, hanya untuk disumbangkan. Di Indonesia ada 5.400 bola yang akan dibagikan terdiri dari Sumut 350 bola, Pulau Jawa 1.040, Bali 10, Kalimantan 1.500, Maluku 450, NTT 450 dan Papua 900. Chevrolet, menurut rencana dalam waktu tiga tahun, akan mendonasikan 1,5 juta bola kaki One World Futbol kepada organisasi-organasi yang bekerja untuk generasi muda.

Terutama di zona yang tengah dilanda peperangan, kam pengungsi, wilayah terdampak bencana, serta masyarakat yang kurang beruntung lainnya di seluruh dunia. Pada bulan Mei 2012, Chevrolet menjadi sponsor pertama untuk One World Futbol Project, yang didirikan pada tahun 2010. Dukungan Chevrolet adalah bagian dari inisiatif sepakbola perusahaan di seluruh dunia yang mencakup sponsor dari klub raksasa Liga Inggris (Barclays Premier League) Manchester United.

“Bola ini bahannya dari karet, yang didesain tidak kempes dan tahan banting untuk daerah yang banyak batu. Kami berharap adik-adik ini bisa bermain bola dalam jangka waktu lama, karena bolanya awet. Ini merupakan karya pendiri One World Futbol Project Tim Jahnigen, yang terinspirasi untuk memulai proyek tersebut setelah menyaksikan tayangan CNN mengenai anak-anak di Darfur (Afrika) yang  bermain sepakbola dengan bola sampah yang diikat tali.  Jahnigen memutuskan untuk membuat sebuah bola  yang akan terasa seperti bola kaki sebenarnya tetapi tidak mudah rusak oleh kondisi  keras yang sering dihadapi pemain sepakbola di beberapa penjuru dunia,” paparnya.

Maria mengatakan ingin sepakbola bisa menjadi simbol perdamaian di semua daerah dan negara. Chevrolet, lanjutnya memang masih komit untuk mensponsori Manschester United 2014, dan saat ini belum ada rencana untuk menjadi sponsor klub-klub Liga Indonesia. “Kami fokusnya memberdayakan sumber daya di bidang olahraga. Kami mengkampanyekan misi kebersamaan. Kalau ini positif untuk rekonsilitasi tim di manapun ya bukan tidak mungkin ke depan bisa kerja sama dengan klub Indonesia, namun saat ini kami masih membangun pondasi di Indonesia,” pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait