thumbnail Halo,

Arema mendapatkan dua tendangan pinalti yang salah satunya menjadi gol.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
Arema ISL yang ditantang Sriwijaya FC Palembang tampil dengan kekuatan terbaik di hadapan puluhan ribu suporter di stadion Kanjuruhan Malang.

Semenjak jauh hari, Rahmad Darmawan mengatakan jika Sriwijaya FC yang kehilangan banyak pilar musim lalu tidak bisa dianggap remeh. Nyatanya benar, anak buah Kas Hartadi itu dengan bagus mampu melakukan pertahanan dengan baik untuk mengatasi serangan yang dibuat Arema sepanjang 90 menit.

Jalannya Pertandingan

Memainkan pola 4-4-2, yang cepat bertransformasi menjadi 4-2-4 ketika menyerang, Arema ISL berhasil melakukan tujuh kali tembakan ke arah gawang ketika pertandingan baru memasuki menit ketujuh, adalah aksi Ferry Rotinsulu yang dengan sangat sigap menggagalkan peluang Arema yang dibuat bergantian oleh Alberto Goncalves, Kayamba Gumbs, dan Greg Nwokolo.

Di menit ke-15, Alfarizi yang mendapatkan umpan dari Kayamba Gumbs tinggal selangkah saja untuk mencetak gol. Namun, sepakan kerasnya masih bisa ditahan Ferry Rotinsulu.

Sriwijaya yang banyak mengandalkan umpan umpan lambung karena ditekan Arema bukannya tanpa peluang. Bahkan di menit ke-21, Mochammad berhasil melakukan kontrol bola dengan baik hasil umpan Fachrudin. Namun, aksi dia tidak bisa dengan mudah mengarahkan bola ke gawang Meiga.

Petaka bagi Sriwijaya didapat ketika di menit ke-27 lewat kemelut di depan gawang Ferry Rotinsulu. Mantan punggawa tim nasional Mahyadi Panggabean handsball di kotak terlarang. Tanpa sungkan, wasit langsung menunjuk titik putih.

Alberto Goncalves yang menjadi eksekutor dengan sangat tenang mengarahkan bola ke sisi kanan. Meski sempat dibaca oleh Ferry, namun arah sepakan Beto sudah terlalu cepat untuk ditangkap.

Usai mencetak gol. Arema semakin mengendalikan permainan. Namun banyaknya bola yang di-passing di tengah kemudian belakang karena seluruh pemain Sriwijaya bertahan menjadi serasa membosankan bagi ribuan suporter yang datang. Hingga akhirnya banyak suporter yang berteriak untuk segera mengalirkan bola mendekati gawang.

Hingga akhir babak, skor tetap 1-0 untuk Arema.

Di babak kedua, Arema ISL melakukan sejumlah pergantian. Sukadana, Benny Wahyudi, Qischill Gandrumini dimasukkan untuk menggantikan Ebrahim, Hasim Kipuw dan Dendi Santoso. Sementara Sriwijaya memasukkan Diogo untuk Ali Khadafi, rekrutan asal Timor Leste dan menaruh Juprianto di tengah untuk berduet dengan Ponaryo.

Di babak kedua ini, permainan Sriwijaya meningkat pesat, tim kebanggaan warga Palembang ini beberapa kali merepotkan pertahanan Arema. Salah satunya adalah peluang satu lawan satu antara Boakay Edy Foday dan Meiga. Namun, sepakan pemain yang direkrut dari Persiwa itu masih melambung.

Sementara itu, Arema ISL yang kesulitan menembus pertahanan melalui lini tengah akhirnya lebih banyak mengumpan bola ke dua sisi sayap yang tentu saja menjadi sangat mudah diatasi oleh Diogo dan Abdul Rahman.

Di menit-menit akhir, Greg Nwokolo yang menggiring bola dari tengah lapangan berhasil melewati Abdul Rahman, kemudian dia juga berusaha melewati Rifki Mokodompit, namun gerakan Rifki membuat Greg terjatuh. Wasit menunjuk titik putih.

Namun, tendangan pinalti yang dilakukan sendiri oleh Greg Nwokolo arahnya masih bisa ditebak oleh Rifky dan peluang itu gagal diselesaikan menjadi gol. Hingga akhir pertandingan, Arema tetap menang dengan skor 1-0. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait