thumbnail Halo,

Limbong mengakui harus mengeluarkan uang sebesar US$50 ribu agar pertandingan dapat dilaksanakan.


OLEH   DONNY AFRONI        
Pelatih Kamerun U-23 Plus Nke Dieudonne mengungkapkan, tertundanya pertandingan selama setengah jam antara Indonesia dan tim besutannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (17/11), akibat ada permasalahan kontrak yang belum diselesaikan.

Laga antara Indoensia dan Kamerun U-23 plus diagendakan berlangsung pada pukul 16.45. Namun pertandingan ini tertunda selama setengah jam setelah para pemain Kamerun U-23 plus menolak bermain.

Sebelumnya, mantan pemain Kamerun yang pernah merumput di Liga Indonesia, Francis Yonga menyebutkan fee untuk Kamerun U-23 plus belum dibayar pihak penyelenggara. Yonga diminta bantuannya untuk bernegosiasi menuntaskan permasalahan tersebut.

Ketika ditanya dalam sesi jumpa wartawan usai pertandingan, Diedonne mengakui bila penundaan itu terkait adanya hak yang belum diterima tim besutannya sesuai dengan ikatan kontrak.

“Saya katakan sejujurnya, memang ada permasalahan sebelum pertandingan. Masalah itu berkaitan ada beberapa poin kontrak yang belum dipenuhi. Ketika kami sudah mendapat kepastian, maka pemain ke lapangan,” ungkap Diedonne.

Pengakuan serupa juga diungkapkan Bernhard Limbong. Penanggung jawab tim nasional ini mengaku harus mengeluarkan uang sebesar US$50 ribu (sekitar Rp481 juta) agar pertandingan dapat dilaksanakan.

“Ya kira-kira segitulah [US$50 ribu]. Saya tidak mau bikin bangsa ini malu kalau sampai laga ini tidak terlaksana. Itu sudah jadi tugas saya sebagai penanggung jawab timnas,” ujar Limbong saat dihubungi wartawan.

“Tidak usah dibesar-besarkan. Yang penting laga bisa terlaksana dengan baik.”

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait