thumbnail Halo,

Koordinator Negosiasi Pemain PSMS versi ketua umum Benny Sihotang, Sapitra menjelaskan, deal negosiasi dengan Novi sudah lama terjalin.


LIPUTAN   NINA RIALITA     DARI   MEDAN   

Mantan bek PSMS ISL musim lalu, Novi Handriawan memperpanjang karirnya di PSMS musim ini di divisi utama. Novi memastikan itu setelah pertemuan dengan pengurus PSMS di sebuah restoran di Medan, Rabu sore. Dia menerima uang tanda jadi untuk kembali berkostum Ayam Kinantan-julukan PSMS.
 
Koordinator Negosiasi Pemain PSMS versi ketua umum Benny Sihotang, Sapitra menjelaskan, deal negosiasi dengan Novi sudah lama terjalin, namun baru kali ini dituntaskan dengan uang tanda jadi. Di tim dengan pelatih Abdul Rahman Gurning ini, Novi menyusul rekannya Zulkarnain, Saktiawan Sinaga, Donny Fernando Siregar, Jecky Pasarela, Irwanto, Romi Agustian, Yuda Andika, Ari Yuganda, Muhammda Antony juga Erwinsyah Hasibuan.
 
Kepastian pilihan bek yang memperkuat 30 partai musim lalu ini memutuskan harapan skuat PSMS versi ketua umum Indra Sakti Harahap. Novi sudah digadang memperkuat tim yang dilatih Suimin Diharja itu pascahijrahnya Irwanto. Novi juga menjadi pemain kesekian yang memilih PSMS versi Benny Sihotang, setelah Jecky Pasarela, Irwanto, Saktiawan Sinaga, Erwinsyah Hasibuan,  Donny Fernandi Siregar dan Muhammad Antony.
 
Sementara itu, Ketua Umum PSMS, Benny Sihotang urung juga memutuskan akan membawa PSMS berlaga di bawah PT Liga atau LPIS. Ini merupakan  penundaan kesekian kali dari kubu Benny Sihotang. Sebelumnya, Benny berjanji akan menuntaskannya pada Rabu sore dan mensounding ke media, namun hingga hari ini pihaknya malah kembali menunda keputusan sampai 19 November mendatang. Padahal kubu Indra Sakti Harahap sudah secara tegas memilih PT Liga.
 
Dia menyebutkan, lambannya keputusan itu, lantaran di kepengurusannya ada pihak yang pro PSSI dan pro KPSI. Menyatukan dua suara menjadi satu, lanjutnya bukan perkara mudah.  “Di PSMS ini kan ada orang yang mendukung PSSI dan ada yang mengarah ke KPSI. Ini yang membuat pembahasannya alot. Jadi memang belum ada keputusan, Tanggal 19 November nanti akan kami daftarkan" kilahnya.

Benny juga memilih pemikiran sendiri perihal statemen CEO PT Liga, Joko Driyono yang akan memutuskan status PSMS tertanggal 19 November, jika kedua kubu memilih berada dalam PT Liga. “Tanggal 19 itu batas waktu terakhir. Jadi kami masih punya waktu membahas liga apa yang akan dipilih. Seperti yang sama-sama kita tahu, bahwa PSMS ada dua. Kami juga belum tahu pasti  Indra Sakti masuk ke mana,"  tuturnya.
 
Dirut PD Pasar Pemko Medan ini, menambahkan, lebih memilih untuk mempertimbangkan pilihan kompetisi dengan baik daripada tergesa-tegas. "Kami sudah siapkan untuk dua berkas.  Senin depan, kami  berangkat ke Jakarta," paparnya.

Disinggung soal tawaran rekonsiliasi dualisme PSMS yang bermuara pada keputusan hasil musyawarah 40 klub, Benny masih berpegang pada tawaran pihaknya kepada Indra Sakti menjadi CEO. Ini menimbulkan pendapat bahwa penyatuan PSMS ibarat jauh panggang dari api.
 
"Kami tetap membuka pintu bagi Indra Sakti Harahap. Silahkan saja, PSMS ini sifatnya terbuka. Kalau memang dengan senang hati mau jabatan CEO, silahkan. Saat ini, kami belum menentukan CEO
siapa. Jangan sampai ketika sudah kami tentukan, baru dia (indra) memutuskan bergabung."

"Saya langsung saja, kepengurusan kami sudah terbentuk, kami akan menarik suatu kesimpulan, kami akan mengakuisisi pihak Indra Sakti. Kalau kami menggabungkan diri kami jelas kami tolak, sudah terlambat. Sebelum RALB, kami sudah menawarkan posisi ketum kepada Indra Sakti, tapi beliau (Indra) menolak," pungkas pria berusia 42 tahun tersebut. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait