thumbnail Halo,

Rekonsiliasi dualisme PSMS belum mencapai titik temu.

Ketua umum PSMS versi Benny Sihotang telah rampung menyusun komposisi kepengurusan. Rapat yang digelar di sekretariat PSMS, komplek Kebun Bunga, Kamis (8/11), memutuskan ada 109 orang yang duduk di jajaran pengurus.

"Saya akui, susunan kepengurusan sangat gemuk. PSMS milik masyarakat Medan, karena itu saya buat seterbuka mungkin. Dari berbagai kalangan ada di sini. Tidak ada one man show. Sangat banyak teman-teman yang ingin duduk di kepengurusan menyumbangkan tenaga, pikiran maupun materi,"  ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Meski jumlah yang membludak tersebut, Benny menegaskan tidak akan membiarkan satu sosokpun hanya numpang nama di kepengurusan. Ini terkait desakan publik perihal banyaknya pengurus di PSMS beberapa tahun terakhir, nama ada namun aksinya tak pernah ada.

Dari hasil rapat itu juga, Benny akhirnya memastikan 70 persen muka baru dan tiga persen muka lama yang  tersebar di 12 bidang. Awalnya, Benny menargetkan komposisi pengurus 60:40, di mana ada 40 persen pengurus lama. Dari 30 persen wajah lama tersebut terdapat Iswanda Ramli Sekretaris umum yang di kepengurusan lama sebagai bendahara umum. Selanjutnya, ada Freddy Hutabarat sebagai ketua I yang sebelumnya sebagai CEO PSMS IPL, Julius Raja ketua II atau eks komisi teknik pertandingan, Suryanto Herman di Bidang Teknik/Pelatih dan lainnya. Figur-figur baru ada di jabatan bendahara umum yang kini dipegang oleh Edy Sucipto.

Jabatan baru bidang pengawas/Auditor dipegang oleh Osman Manalu. Wajah baru lainnya adalah Wahyu Wahab Usman, CEO Pro Duta yang mengundurkan diri sebagai calon ketua umum menjabat ketua IV. Ini berarti dua figur (Freddy Hutabarat dan Wahyu Wahab) yang menyerah sebelum pemilihan ketua umum di Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) beberapa waktu lalu mendapatkan tempat di kepengurusan ini.

Selain soal komposisi kepengurusan baru, Benny juga menyampaikan kepada media bahwa pihaknya sudah memastikan hak pemakaian Kebun Bunga,  baik mes dan lapangan. Ini ditandai  dengan  persetujuan Wali Kota Medan.  Seperti diketahui, dualisme PSMS musim ini ditandai dengan dua tim yang akan menggunakan lapangan Kebun Bunga. Kondisi ini beda dengan musim lalu, di mana PSMS IPL menempati Komplek Asam Kumbang sebagai mes dan latihan di beberapa stadion lain di Medan.

Musim ini, PSMS versi ketua umum Indra Sakti Harahap menunjuk Suimin Diharja duet asisten pelatih Suharto AD sudah lebih dulu seleksi pemain dan latihan di Kebun Bunga. Sedangkan Benny Sihotang dengan pelatih Abdul Rahman Gurning belum latihan dan memilih menahan diri sampai persetujuan walikota keluar tentang pihak mana yang berhak menggunakan Kebun Bunga. 

"Kami  akan segera memulai latihan, karena Kebun Bunga sudah didisposisikan kepada kami. Saya saksikan langsung setelah surat yang kami layangkan 5 November kemarin. Tapi kami masih tunggu surat resminya,” tegasnya.

Rekonsiliasi Belum Menemui Formula Yang Tepat

Sementara itu, harapan publik Medan yang lelah melihat dualisme PSMS belum terwujud. Sejatinya, penyatuan PSMS sudah acapkali didengungkan, teranyar agenda dan undangan kelompok suporter SMeCK Hooligan yang ingin menyatukan kedua kubu, Jumat (9/11).

Benny Sihotang menjelaskan, pihaknya menghargai undangan suporter PSMS tersebut, untuk itu pula pihaknya akan datang. Meski datang, dia tidak bisa pastikan wujud rekonsiliasi tercapai.

"Saya hargai undangan dari SMeCK dan saya akan datang. Tapi mungkin lebih ke perang visi misi maupun program. Jadi saya tidak tahu apakah akan mengarah ke rekonsiliasi," jelasnya.

Apalagi, setelah penetapan kepengurusan, situasi semakin sulit. Saat ini, Benny tak lagi sendiri. Penyatuan PSMS sejatinya bisa terwujud jika dilakukan sebelum Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang memilih Benny sebagai ketua umum. Benny, Indra Sakti, sudah pernah bertemu dua hari sebelum RALB untuk penyatuan PSMS dengan beberapa opsi, namun pada akhirnya tidak menemui kata sepakat.

Kini, PSMS sudah punya dua ketua umum, sudah punya dua tim yang diisi dengan pemain-pemain yang sudah diberi tanda jadi, serta dua tim pelatih.

"Kalau pun saya mundur [demi menyatukan PSMS] apa jadi jaminan tidak lagi dualisme? Bisa saja pengurus lain tidak terima dan jadinya tetap dua kan? Sebenarnya sudah sedikit terlambat. Sebenarnya dari awal niat saya sudah rekonsiliasi. Apa yang kami lakukan? Kami bertemu di satu tempat sebelum RALB. Lobi bersama tiga kandidat dan ikut memanggil Indra. Sudah ada kesepakatan kalau Indra jadi ketua umum saya ketua harian. Tapi deal itu entah kenapa buyar karena RALB dia tidak datang. Jadi kondisinya sekarang kepengurusan sudah terbentuk," bebernya.

Pun demikian, direktur PD Pasar Kota Medan ini tak menutup jalan untuk rekonsiliasi.

“Masih bisa disikapi. Kami akan menampung keinginan apa yang diminta teman kita di seberang. Apa yang dia mau untuk melebur ke kami? Tapi saya tidak mau soal usulan yang saya dengar soal pembagian dua masa kepengurusan. Jadi beliau dua tahun lalu saya dua tahun. Jelas itu menyalahi AD/ART. Saya tidak mau,"  tegasnya.

Tentang opsi Indra Sakti yang bersedia mundur, Benny sangat menghormati keputusan tersebut.

"Kalau memang seperti itu saya hormat. Dan kami langsung deal untuk duduk sama. Kami akan membuka diri. Ibarat perusahaan saya yang akan mengakuisisi beliau," ungkap pria berusia 42 tahun ini. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait