thumbnail Halo,

Fuad mengatakan, Perseba tidak boleh berpindah status menjadi milik pribadi.

Satu lagi tim sepakbola di Indonesia sedang diuji eksistensinya, dalam mempertahankan kelangsungan di kompetisi. Klub tersebut adalah Perseba Bangkalan, yang terakhir kali tercatat sukses promosi ke jenjang Divisi Utama (DU) PT Liga Indonesia (LI).

Kekisruhan terjadi dikarenakan, status kepemilikan Perseba yang dinilai sudah pindah tangan, dengan dikuasai oleh pihak perseorangan tanpa sepengetahuan dari pemkab Bangkalan. Padahal, sejak awal berdirinya, klub Perseba dibentuk dengan dimotori PSSI Pemkab Bangkalan.

“Awal pembentukannya pun, Perseba Super didirikan oleh lembaga yang telah memiliki legalitas, yakni PSSI Bangkalan dengan nama Perseba. Saya juga heran, kok tiba-tiba Perseba beralih menjadi milik perorangan dan berubah menjadi Perseba Super. Ini persoalan mendasar yang harus segera dibenahi. Jangan kemudian, setelah punya nama besar, lalu diambil alih perorangan," ungkap ketua umum PSSI kabupaten Bangkalan, RKH Fuad Amin kepada GOAL.com Indonesia.

Fuad mengatakan, Perseba tidak boleh berpindah status menjadi milik pribadi. Sebab, pada awal pendiriannya bukan berdasarkan perorangan. Selain itu, pengelolaannya juga harus dilakukan kepada lembaga profesional, yang peduli terhadap persepakbolaan yang ada di Bangkalan khususnya.

“Kembalikan Perseba Super kepada PSSI Bangkalan!” tegas Fuad, tanpa mau membeberkan lebih rinci pihak yang dimaksud.

Menurutnya, selama mengikuti kompetisi persepakbolaan profesional, mulai dari Divisi III, Divisi II, Divisi I hingga lolos Divisi Utama, Perseba telah dibiayai oleh dana APBD kabupaten Bangkalan sejak 2007.

"Jangan sampai pemerintah daerah Bangkalan yang sudah membantu dana melalui APBD, malah disalahkan masyarakat karena Perseba diambil alih perorangan," paparnya.

Oleh karena itu, pengembalian kepemilikan Perseba Super dari pribadi kepada PSSI Bangkalan, harus segera dilakukan. Jika niatan itu tidak diindahkan oleh pihak perorangan tersebut, PSSI Bangkalan akan menempuh jalur hukum.

"Seluruh masyarakat maupun para pelaku dan pemerhati sepakbola Bangkalan, diharapkan ikut mendukung agar Perseba Super bisa kembali ke PSSI Bangkalan," pinta Fuad.

Mengenai kekhawatiran terjadinya dualisme tim Perseba, setelah munculnya Bangkalan Selection, Fuad pun angkat bicara. Ia menegaskan, hal itu tidak akan terjadi. Sebab, Perseba Super merupakan nama klub kebanggaan Bangkalan, yang akan berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia. Sementara, Bangkalan Selection merupakan nama tim hasil seleksi, yang akan berlaga di ajang Bupati Cup.

"Perseba Super tetap akan berlaga di Divisi Utama. Tapi kepemilikannya harus kembali ke PSSI. Mengenai komposisi pemainnya, bisa saja personil yang sudah ada. Atau, bisa juga kolaborasi antara pemain Bangkalan Selection dan Perseba super. Yang penting mereka membela Bangkalan di ajang sepakbola profesional," tuturnya.

Disinggung mengenai perhelatan Bupati Cup, Fuad mengatakan, pertandingan itu digelar bersamaan dengan peresmian Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Dengan menyajikan pertandingan antara Persepam Madura United (P-MU), Bangkalan Selection dan Gresik United.

Stadion yang tuntas dibangun melalui dana APBD Kabupaten, dan sebagian bantuan dari Pemprov Jatim ini diharapkan, bisa menjadi magnet bagi kemajuan persepakbolaan Bangkalan maupun Kepulauan Madura pada umumnya. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait