thumbnail Halo,

Pemain dengan akurasi tendangan bebas yang ciamik ini juga sudah menyiapkan pengacara. Langkah ini tentu untuk yang terakhir, jika tidak ada solusi terbaik.

Mantan gelandang PSMS ISL, Nastja Ceh masih menanti iktikad baik manajemen PSMS ISL untuk melunasi tunggakan gaji selama dirinya membela tim di putaran kedua, musim lalu. Ceh sejatinya sudah sampai tahap tidak sabar, lantaran sejak memperkuat Ayam Kinantan-julukan PSMS selama empat bulan, hanya menerima sekali gaji.

Lokasi yang jauh di Slovenia memang membuatnya tidak bisa lancar berkomunikasi dan mengetahui kondisi terbaru PSMS, termasuk dualisme kepengurusan. Eks Timnas Slovenia ini biasanya menggunakan email untuk berkomunikasi dengan teman-teman mantan pemain PSMS ISL.

"Yang saya bisa katakan adalah saya datang ke Medan dan membela tim selama empat bulan namun hanya sekali dibayar. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi, saya menunggu hak saya selama hampir empat bulan (setelah kompetisi usai) dan tidak terjadi apa-apa, gaji saya tetap belum dibayar," tulisnya via email kepada GOAL. com Indonesia.

Ceh juga kebingungan begitu diberitahu soal kondisi PSMS teranyar, bahwa PSMS ada dua kepengurusan, dua ketua umum, dua tim dan beberapa pengurus di manajemen lama tidak berada di klub.

"Tidak ada satupun yang memberikan saya jawaban atau penjelasan yang bisa saya mengerti. Semua orang bicara, ini bukan tangung jawab saya, tanggung jawab dia dan mereka begitu sebaliknya," beber pemain berusia 34 tahun ini.

"Jika manajer (Benny Tomasoa) dan CEO (Idris) tidak bersama tim lagi, saya tidak perduli. Karena saya teken kontrak atas nama PSMS. Saya tidak peduli siapa pengurus sekarang, yang pasti saya tanda tangan untuk PSMS," ungkap pemain yang bermain selama 1191 menit dan 14 partai selama putaran kedua tersebut.

Pemain dengan akurasi tendangan bebas yang ciamik ini juga sudah menyiapkan pengacara. Langkah ini tentu untuk yang terakhir, jika tidak ada solusi terbaik. "Saya berharap semua berjalan baik, saya butuh penjelasan soal pelunasan gaji. Saya sangat senang selama berada di PSMS, punya fans yang begitu fanatik. Saya ingin hubungan baik ini tetap berjalan," ungkapnya.

Sementara itu, Mantan Manajer PSMS ISL, Benny Tomasoa yang dihubungi terpisah menjelaskan persoalan pembayaran gaji belum bisa diselesaikan. Lantan, saat ini masih dalam proses verifikasi oleh PT Liga. "Memang belum ada pelunasan, klub-klub lain (selain PSMS yang juga bermasalah dengan pembayaran gaji) pun sama, belum ada. Sebagian pemain PSMS sudah diverifikasi oleh PT Liga," ujarnya.

Bento-panggilan akrabnya, mengakui proses bantuan pelunasan gaji pemain untuk klub-klub bermasalah finansial belum bisa selesai, lantaran beberapa klub keberatan. "Ada beberapa klub yang meminta agar klub yang bayar gaji pemainnya bukan PT Liga, ya ada keberatan tapi mudah-mudahan tidak menjadi kendala," ungkapnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait