thumbnail Halo,

Anjloknya prestasi Persik disebabkan banyak faktor. Yang paling dominan adalah, sulitnya mencari dana untuk operasional tim.

Dituding tidak peduli dengan nasib Persik Kediri oleh beberapa oknum yang mengaku Persikmania-julukan bagi suporter Persik, Walikota Kediri Samsul Ashar akhirnya buka suara. Ia merasa prihatin, dengan adanya penilaian buruk yang ditujukan kepada dirinya.

Isu tak sedap yang ditujukan kepada Samsul Ashar tersebut muncul melalui selebaran. Dalam selebaran tersebut, Samsul dinilai sudah merusak tim berjuluk Macan Putih tersebut, karena tidak mampu mengelola klub. Ia pula yang dituding sebagai penyebab merosotnya prestasi, tim yang pernah mencapai puncaknya pada 2003 itu.

“Itu selebaran yang keliru, sebab dipikirnya saya tidak memperhatikan Persik. Ada selebaran yang berisi Dokter Samsul Ashar, spesialis luar dan dalam sudah merusak Persik. Ini kan tidak benar,” ujar Samsul kepada para wartawan.

Menurut Samsul, anjloknya prestasi Persik disebabkan karena banyak faktor. Yang paling dominan adalah, sulitnya mencari dana untuk operasional tim. Sejak pemerintah melarang penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembiayaan klub sepakbola profesional, manajemen Persik lantas kebingungan dalam mencari dana.

Bahkan, Samsul saat itu mengaku harus merelakan mobil barunya dilego, untuk membiayai kelangsungan tim Persik. Mobil berharga Rp450 juta itu, ia jual untuk mendatangkan pemain asing. Tetapi, karena masih awam dalam hal transfer pemain impor, ia akhirnya menjadi korban permainan dari para agen transfer pemain asing.

“Mobil pribadi saya seharga Rp450 juta, masuk pegadaian untuk membiayai Persik dan tidak kembali. Seperti itu, saya masih dianggap masih tidak memperhatikan Persik,” keluhnya.

Sebelumnya manajemen Persik mengonfirmasi, jika timnya tengah dililit hutang sebesar Rp2 miliar lebih. Menurut Arya Wisnuadhi yang menjabat sebagai asisten manajer Persik, timnya mengalami defisit anggaran selama menjalani musim kompetisi 2011/12.

Manajemen Persik sendiri sampai saat ini sedang mencari solusi penyelesaian persoalan itu. Salah satunya dengan meminta komitmen konsorsium yang mendanai tim mereka, dalam hal ini PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Hal itu dikarenakan, pada musim sebelumnya Persik tergabung dalam kasta Divisi Utama (DU) Indonesia Primer League (IPL), yang bernaung di bawah LPIS.

Tunggakan utang itu terjadi, karena Persik kesulitan mencari dana, selama kompetisi berjalan. Sedangkan dari dana yang dijanjikan oleh pihak konsorsium sebesar Rp7 miliar sampai Rp8 miliar, hanya cair Rp2 miliar. Akibatnya, Persik terpaksa berutang untuk membiayai kebutuhan tim selama kompetisi berlangsung.

Sementara itu, Persikmania mendukung, keinginan pihak konsorsium supaya keuangan tim berjuluk Macan Putih tersebut diaudit. Persikmania menilai, paparan keuangan Persik sampai saat ini masih kurang transparan.

"Kami sangat setuju sekali, jika keuangan Persik diaudit. Selama ini, laporan keuangan Persik memang kurang transparan. Kami sendiri melihat demikian," ujar sekretaris Gerakan Cinta Persik (GCP) dan juga salah satu koordinator wilayah (Korwil) Persikmania Kota Kediri, Devan. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait