thumbnail Halo,

Ketua Tim Renovasi Stadion Teladan dari dana bantuan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Zulhifzi Lubis, menjelaskan hingga saat ini renovasi baru sampai 40 persen.

PSMS Medan bakal menjalani masa sulit di kompetisi 2012/2013. Tidak hanya karena dualisme kepengurusan yang berkepanjangan. Tapi, juga harus hijrah homebase ke Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang. Ini terjadi, lantaran renovasi Stadion Teladan belum rampung hingga Januari 2013.

Ketua Tim Renovasi Stadion Teladan dari dana bantuan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora),  Zulhifzi Lubis, menjelaskan hingga saat ini renovasi baru sampai 40 persen. Sesuai deadline awal pengerjaan, Stadion Teladan memang diharapkan selesai Desember 2012, agar Januari 2013 bisa digunakan. Namun, Zulhifzi memastikan meski selesai, lapangan tidak bisa langsung digunakan.

“Rumput lapangan harus dirawat selama tiga sampai empat bulan setelah proses renovasi selesai. Jadi, ya PSMS harus main di stadion lain. Mau di mana saja terserah, yang penting Teladan belum bisa dipakai Januari 2013. Ya, opsinya bisa di Stadion Baharoeddin Siregar, Pakam ,” ujarnya, Senin sore (5/11).

Pria yang juga Ketua KONI Medan ini menjelaskan, pembangunan stadion dengan menggunakan dua sumber dana ini tidak bisa siap bersamaan, karena beda waktu pengerjaan juga beda kontraktor. Seperti diketahui Kemenpora memberikan bantuan dana renovasi senilai RP10,5 miliar untuk bangunan tribun tertutup, mix zone, lapangan dan dimulai Juli 2012 lalu. Sedangkan, untuk tribun terbuka dibangun dengan mengunakan dana dari APBD Kota Medan senilai Rp14 miliar dan proses pengerjaan baru dimulai tiga bulan kemudian.

“Kalau yang tribun tertutup siap, paling cepat pertengahan Januari, itupun dah bagus kali. Sementara yang tribun terbuka belum siap, ya enggak mungkin digelar pertandingan di tengah pekerja  merenovasi. sebaiknya, PSMS baru  bisa pakai stadion kompetisi depan 2014 lah,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini berharap pengertian pengurus PSMS. “Bersabarlah, kan lebih baik stadion dipakai saat semuanya sudah siap. Kalau dipaksakan bertanding dalam keadaan rumput belum siap pakai, ke depannya tidak bagus. Diharapkan pengertian dan kesabaran pengurus PSMS, mainlah dulu ke stadion lain,” jelasnya.

Jika PSMS nantinya dipastikan main di Stadion Baharoeddin Siregar, maka rutinitas di stadion tersebut akan sangat padat. Selain dua PSMS, ada juga Pro Duta FC yang main di Indonesian Premier League (IPL) dan PSDS Deliserdang yang bakal bermain di divisi I.

Sementara itu, pihak Stadion Baharoeddin Siregar memastikan hingga saat ini pengurus PSMS baik kubu manapun belum ada konfirmasi penggunaan stadion.  “Saat ini belum ada yang konfirmasi ke kami. Sebaiknya kalau memang mau pakai ya secepatnya biar bisa mengatur jadwal,”  ujar Abdul Roni Manik, Penanggung Jawab Stadion Baharoeddin Siregar.

Pria yang akrab disapa Roni ini mengurai, tidak hanya PSMS yang belum memberikan info, Pro Duta FC juga urung memperpanjang penggunaan stadion. Dia menjelaskan, Pro Duta menggunakan stadion dalam hitungan per musim. Dia mengatakan biasanya sewa stadion dihitung per pertandingan.

“Untuk satu pertandingan rata-rata Rp15 juta sampai Rp20 juta biayanya. Intinya ya segera diinfokan kalau mau dipakai stadionnya. Kalau kondisinya Stadion Teladan enggak bisa digunakan dan semua harus main di sini, kan pengaturannya bisa jelas dan jadwalnya  tidak tabrakan,” ungkapnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait