thumbnail Halo,

Muji Santoso mengatakan nominal besaran dan kontrak Miroslav Janu sebenarnya bukan tanggungan dari manajemen

Beberapa hari lalu terdengar kabar, jika mantan pelatih Persela Lamongan Miroslav Janu, sempat uring-uringan soal belum dibayarnya gaji selama lima bulan. Dari taksiran kasar, konon tunggakan tersebut mencapai sekitar Rp700 juta. Terkait hal ini, perwakilan manajemen tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut akhirnya buka suara.

Muji Santoso yang menjabat sebagai sekretaris tim Persela Lamongan mengatakan, bila mengenai nominal besaran dan kontrak Miroslav Janu, itu sebenarnya bukan tanggungan dari manajemen. Sebab Janu datang ke Lamongan dikarenakan, ia adalah ‘paket’ yang disiapkan oleh pihak sponsor.

“Soal kontrak (Miroslav) Janu dan asistennya (Tonny Ho), itu sebenarnya bukan tanggungan manajemen. Karena ia datang ke Lamongan, lantaran bawaan dari sponsor. Dan saat itu sponsor menjanjikan, bila kontrak dan nominalnya akan ditanggung. Jadi kalau ia marah-marah kepada kami saat ini, maka sudah tentu ia salah alamat,” beber Muji kepada GOAL.com Indonesia.

Ia juga menceritakan kronologis kejadian, sewaktu Janu akan merapat ke Persela musim lalu. Saat itu Persela Lamongan telah mengonfirmasi bakal memakai tenaga Eduard Tjong sebagai pelatih kepala. Namun, niatan itu tiba-tiba berubah saat sponsor masuk dan mengharuskan Persela memakai tenaga Janu sebagai head coach.

“Seketika itu juga, kami langsung mengakhiri kerjasama dengan Eduard Tjong. Padahal, ia sudah beberapa lama memimpin seleksi pemain. Dan akhirnya Janu masuk, kami (manajemen) sendiri pada saat itu tidak mempermasalahkan dan bahkan gembira, karena kami dijanjikan memakai tenaga Janu tanpa mengeluarkan biaya. Apalagi, Janu adalah salah satu pelatih hebat,” terangnya.

Nah, geliat ini sebenarnya sudah terendus saat kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/12 memasuki fase-fase akhir, saat itu Janu sudah mulai ngomel- ngomel bila gajinya mulai seret dibayar. Tapi saat itu masih bersifat bisik-bisik, tak begitu kencang seperti sekarang saat ia sudah bergeser ke Persebaya yang berlaga di pentas Divisi Utama (DU) PT Liga Indonesia.

Pernyataan Muji, dibenarkan oleh manajer tim Persela Lamongan Debby Kurniawan. Dikonfirmasi secara terpisah, Iwan-sapaan akrab dari Debby Kurniawan menyatakan hal yang sama. Bila masalah kontrak dan gaji Janu, itu sebenarnya adalah tanggung dari pihak sponsor Persela musim lalu.

“Memang benar, soal kontrak dan gaji Janu itu tanggungan sponsor. Otomatis, bila sekarang ia meminta pelunasan gajinya,  maka akan kami arahkan kepada pihak sponsor yang sebelumnya menjanjikan bakal menanggungnya. Kami juga akan bantu Janu, dengan coba menanyakan hal itu kepada sponsor,” tutur Iwan.

Sebelumnya, Janu ketika ditemui wartawan usai memimpin seleksi Persebaya DU di Gelora 10 Nopember mengaku, hingga saat ini haknya di Persela belum terbayar selama lima bulan. Ia juga menambahkan, jika dirinya sudah berulang kali menghubungi pengurus untuk meminta kejelasan mengenai gajinya. Namun, upayanya selalu menemui jalan buntu.

"Lamongan minta saya balik ke sana, tapi mereka tidak mau bayar gaji saya. Mereka tidak mau angkat handphone. Tidak mau komunikasi. Mereka bohong di koran, mereka bohong ke LA Mania," lanjutnya. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait