thumbnail Halo,

Suimin tidak bisa melarang pemain jika menerima tawaran yang lebih pasti.

Pelatih kepala PSMS Medan versi ketua umum Indra Sakti Harahap, Suimin Diharja, tak  bisa berbuat banyak, begitu mengetahui pemainnya beralih ke PSMS versi ketum Benny Sihotang.

Irwanto dan Jecky Pasarela mengikuti proses negosiasi bersama Benny Sihotang di sekretariat PSMS, Kebun Bunga, Senin (29/10). Irwanto sudah sepakat menjadi bagian dari PSMS yang dilatih Abdulrahman Gurning itu dengan menerima uang tanda jadi  dari sepuluh persen nilai kontrak yang disetujui. Sedangkan, Jecky akan melakukan negosiasi kembali pada Selasa besok.

Irwanto dan Jecky adalah dua dari 34 pemain Suimin yang sudah masuk seleksi tahap ketiga atau hanya menunggu tes medis. Langkah keduanya, diyakini bakal diikuti beberapa pemain lainnya, lantaran pemain-pemain yang diseleksi ini belum satu pun menerima kepastian, meski sudah melakoni seleksi jauh hari. Bahkan, hingga hari ini, tes medis yang dijadwalkan dilakukan di Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali ditunda. Sebut saja, Saktiawan Sinaga, Fajar Andika, Wijay, Muhammad Antony juga Wiganda Pradika, nama-nama yang ramai dibicarakan bakal beralih ke tim Gurning.

Saktiawan, Afan Lubis, Fajar Andika dan beberapa pemain lainnya, sejatinya sudah pernah bernegosiasi dengan pengurus dan ketum Sakti Harahap. Namun, lanjutan dari negosiasi pemain-pemain yang direkomendasi Suimin tersebut agar menjalani negosiasi lebih cepat belum juga direalisasikan dalam bentuk apa pun, melainkan hanya pertemuan di Hotel JW Mariot, Medan.

Soal dua pemain Irwanto dan Jecky, Suimin tampak pasrah. Dijumpai di Gedung Mantan PSMS, lokasi yang bersebelahan dengan mess PSMS, Suimin mencoba tenang. Menurutnya, sepakbola sudah menjadi pekerjaan, dia tidak bisa melarang pemain jika menerima tawaran yang lebih pasti.

"Namanya kerja, ya enggak masalah. Dari sisi teknis,  mereka [Irwanto dan Jecky] kami butuhkan. Tapi sekali lagi, sepakbola adalah pekerjaan. Jadi umpamannya mana yang lebih cepat dan punya kepastian, pemain pasti ke sana. Kita harus fair memandang hal ini," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Dia mengurai, sejak tahun 1980-an sepakbola sudah menjadi batu loncatan untuk kerja bagi pesekabola.

"1995, sudah menjadi profesi. Jadi wajar saja, kalau situasinya seperti ini," timpalnya.

Suimin mengaku masih punya banyak stok pemain untuk menutupi dua pemain yang hijrah ke tim PSMS lainnya.

"Masih ada 32 pemain lagi. Tapi kalau nama-nama yang ramai dibincangkan itu juga pergi ke sana, itu yang akan sangat merusak skema tim yang sudah saya rancang. Tapi, kalau hanya dua pemain, tidak masalah. Bahkan kalau Novi Hendrawan [pemain yang tidak lolos ke tahap ketiga lantaran absen selama seleksi] mau bergabung kemari ya enggak apa-apa," ujarnya.

Selain itu, Suimin masih punya 25 pemain lainnya yang tidak lolos ke tahap ketiga yang rencananya digabung untuk tim PSMS II (cadangan).

"Makanya pemain yang tidak lolos seleksi ke tahap ketiga, tetap kami pakai untuk menjaga hal-hal seperti ini," lanjutnya.

Mantan pelatih Sriwijaya FC ini berusaha tenang, sebab memori musim 2009/10 terus menghantuinya. Saat itu, dia sudah merancang skuat dengan pemain-pemain yang ciamik, namun banyak pemain yang dibidiknya gagal menemukan kata sepakat hingga akhirnya memilih klub lain. Suimin pun hanya bisa memainkan tim dengan pemain cadangannya.

"Kita enggak tahu besok, nanti malam, bahkan bentar lagi yang akan terjadi [pemainnya lari]," tegasnya.

Soal dualisme PSMS, Suimin juga tak ambil pusing. Menurutnya, penonton di Medan sudah kritis. Penonton, lanjutnya sudah pintar memilih tim untuk ditonton.

"Penonton Medan kritis, sepakbola bukan hanya menang dan kalah. Kans seninya juga ada. Mereka [penonton] yang akan menentukan mau menonton yang [PSMS] mana  soal dualisme ini," jelasnya.

Suimin mengakui, pihaknya masih menunda tes medis dan akan mengalihkan agenda uji coba lewat turnamen di Lhoksewame mulai 4 November 2012.

"Program rencana ke aceh, untuk conditioning-nya tepat. Kami akan bermain pressing, bakal ada delapan tim di turnamen itu. Kami rencananya bawa 25 pemain, sisanya berlatih di Medan. Saya nanti ajukan ke pengurus agar pelatih dibagi dua, ada yang berangkat dan tinggal. Nanti di sana [Aceh], kami sekalian ingin melihat level fisik masing-masing pemain," pungkasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait