thumbnail Halo,

Indra Sakti bakal menggelar pertemuan Kamis (25/10) siang dengan mengundang klub-klub untuk mempertegas sikap dan dukungan klub.

Konflik dualisme kepengurusan PSMS Medan pasca-terpilihnya ketua umum versi pengurus harian, Benny Sihotang belum juga menemui solusi terbaik. Saat ini, kubu lainnya PSMS versi forum klub anggota dengan ketua umum Indra Sakti Harahap mempertanyakan keabsahan 25 klub anggota PSMS yang ikut ambil bagian dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Hotel Santika Medan, Minggu (21/10) lalu yang memilih Benny Sihotang.

Pasalnya, Rapat Umum Luar  Biasa (RULB) yang sudah jauh hari digelar oleh Forum Klub di Hotel Candi, Juli 2012  dilaksanakan dengan dukungan 27 klub. Sedangkan, RALB didukung 25 klub dari 40 klub anggota PSMS. Ini berarti ada beberapa klub yang mendukung Indra Sakti juga hadir untuk mendukung Benny Sihotang.

Seperti diketahui dalam absensi RULB di Hotel Candi ada 28 klub yang hadir dan 27 klub yang mendukung Indra Sakti, yakni PS Sinar Belawan, PS Telkom, PS Sinar Medan, PS Medan Utara, PS Simphony, PS Sahata, PS Gumarang, PS PO Polisi, PS Perisai Pajak, PS PTPN Wil I, PS PTPN Wil IV, PS Mesran Putra, PS Tirtanadi, PS Tirtanadi Muda, PS Echo 541, PS Medan Putra, PS Bank Sumut, PS Linud Jaya, PS K USU, PS Angkasa, PS Indian Football, PS Dharma Putra, PS Pratama, PS Naga Karimata, PS Putra Buana, PS Volta, PS Kinantan, PS Deli Putra.

Dan RALB ini dihadiri 25 dari 28 klub yang diverifikasii, yakni PS Posindo, PS Telkom, PS Kurnia, PS PTPN IV, PS Sinar Sakti, PS Tasbih, PS Naga Karimata, PS Padang Lawas Putra, PSK USU, PS Bintang Utara, PS Bintang Selatan, PS Mesran Prima, PS Putra Buana, PS Medan Putra, PS Deli Putra, PS Kesawan Putra, PS PTPN 3, PS Darma Putra, PS Dinamo, PS Pratama, PS Biranta, PS Perisai Pajak, PO Polisi, PS Indian Football dan PS Angkasa.

Fakta ini membuat kubu Indra Sakti bakal menggelar pertemuan Kamis (25/10) siang dengan mengundang klub-klub untuk mempertegas sikap dan dukungan klub. "Kami mau undang 25 klub yang mendukung kemarin (di Hotel Santika), sebagai penegasan sikap 26 klub ini terhadap kepengurusan PSMS yang diketuai Indra Sakti dan sika mereka terhadap RALB yang mengatasnamakan PSMS, sekaligus sikap klub kepada pihak-pihak yang mendompleng nama klub," ujar Bendahara PSMS Medan, Sugeng Rahayu.

Bahkan, pertemuan yang direncanakan digelar di Gedung Mantan PSMS Medan juga media untuk penyatuan sikap agar membawa masalah pencatutan nama klub ke pengadilan. "Menegaskan bahwa klub PSMS mendukung yang mana. Kalau mereka (klub) tidak mau dan bersedia, buat apa kami lanjutkan mengurusi PSMS. Yang jelas, masalah ini mau kami bawa ke pengadilan," tegasnya.

Sugeng menjelaskan, klub-klub yang mendukung Indra Sakti akan membuat pernyataan di atas segel soal sikap dan dukungannya terhadap Indra Sakti dan menolak klaim yang menyebutkan klub tersebut mendukung figur lainnya. "Intinya, klub akan membuat pernyataan di atas segel. Siapa yang benar, siapa yang salah di sini akan ketahuan.  Akan ketahuan mana yang asli dan palsu.  Kami sudah melaporkan ini ke kepolisian resort Medan, tapi belum ada tindakan dan sepertinya kurang ditanggapi, makanya kami memutuskan membawanya ke pengadillan" tukasnya.

PO Polisi, PS Telkom, PS Medan Putra merupakan beberapa klub yang merasa namanya dicatut bersama klub-klub lainnya. Untuk itu, beberapa ketum klub anggota PSMS akan datang pada kegiatan tersebut.  Kompol Jono (Ketua PS PO Polisi) juga akan hadir, dia mengatakan akan membawa orang yang mengatasnamakan PO Polisi ke ranah hukum," ungkapnya.

Sugeng menilai, persoalan ini juga mempengaruhi pembentukan tim yang dilatih Suimin Diharja. "Kepengurusan juga masih ada masalah seperti ini, melanjutkan tim ini setelah masalahnya selesai," ucapnya.

Sedangkan, Ketum PSMS versi pengurus harian, Benny Sihotang yang dikonfirmasi terpisah, menanggapi santai perihal gugatan terkait dugaan kloningan beberapa klub anggota PSMS saat RALB pemilihan dirinya sebagai ketum. "Ya silakan saja. Gugat menggugat itu hak warganegara, setiap orang punya hak. Persija saja saya lihat beritanya seperti itu," ungkapnya.

Hanya saja, Benny tetap berharap ada jalan yang lebih komunikatif untuk kedua kubu yang saat ini sama-sama mengklaim sebagai pengurus PSMS. "Kalau bisa bertemu dengan saudara Indra Sakti, kami siap untuk itu. Kalau bisa dicari jalan ke luar lebih bagus. Besok (Kamis), kami juga akan ke Kebun Bunga jam sepuluh pagi," ungkapnya.

Soal Mes Kebun Bunga yang juga bakal jadi rebutan, jika kedua kubu tetap tak menemukan kata sepakat untuk menyatukan PSMS, Benny menyerahkan semua ke Pemko Medan. "Mes Kebun Bunga bukan aset PSMS tapi aset Pemko, nanti ya dikembalikan ke Wali Kota untuk jalan keluarnya, pihak mana yang berhak meminjam. Tapi kami tetap berharap ada jalan untuk rekonsiliasi," pungkasnya. (gk-38)

Terkait