thumbnail Halo,

Kemenangan telak menghadapi PS Muara Telang tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan Sriwijaya FC yang sebenarnya

Setelah sebelumnya membantai SPC dan PS Bank Sumselbabel, Sriwijaya FC kembali pesta gol dalam laga uji coba ketiga menghadapi PS Muara Telang, Rabu (24/10) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Kali ini Ali Khadafi dkk membantai tim asal Kabupaten Banyuasin ini dengan skor telak 24-1.

Dalam pertandingan ini, Sriwijaya FC menurunkan dua tim. Pada babak pertama, Sriwijaya FC yang dimotori Ali Khadafi unggul 15-1, sementara pada babak kedua, Sriwijaya FC yang menurunkan pemain-pemain lokal, pemain seleksi serta pemain magang, kembali menambah 9 gol, sehingga total tim asal Sumatera Selatan ini mencetak 24 gol ke gawang PS Muara Telang.
 
Pelatih kepala Sriwijaya FC, Kas Hartadi mengatakan kemenangan telak menghadapi PS Muara Telang tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan Sriwijaya FC yang sebenarnya, mengingat lawan yang dihadapi, kualitasnya masih di bawah Sriwijaya FC.

“Pertandingan uji coba ini sekedar untuk menikamati pertandingan saja, mengingat  kita butuh uji coba setelah menjalani latihan, karena jika terus latihan tanpa menjalani uji coba, para pemain bisa bosan. Tapi mengingat kualitas lawan, masih dibawah kita, pertandingan ini tidak bisa dijadikan tolak ukur, ” kata Kas kepada GOAL.com Indonesia.
 
Dikatakan Kas, di Palembang, Sriwijaya FC memang kesulitan mencari lawan tanding yang memiliki kulitas tidak jauh beda. Karena itulah dirinya merancang serangkaian uji coba dan mengikuti turnamen di luar Palembang
 
“Kalau di Palembang memang sulit mencari lawan tanding sepadan. Namun apapun itu, uji coba menghadapi PS Muara Telang ini setidaknya bisa memberikan manfaat untuk Sriwijaya FC,” ujar pelatih asal Solo ini.
 
Kas mengatakan uji coba di Palembang ini juga belum bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai kualitas beberapa pemain yang sedang mengikuti seleksi seperti pemain asal Prancis Lionel Dzebi Zadi, dan pemain asal Korsel, Kim Dong Chan.

“Saya belum bisa menilai kemampuan dua pemain asing seleksi, mengingat lawan tidak banyak melakukan tekanan. Dzebi yang posisinya sebagai pemain belakang tidak banyak mendapat tekanan dari lawan, sementara Kim juga belum bisa memperlihatkan kemampuan terbaik, karena lini belakang lawan, memang tidak seimbang,” ujar Kas. (gk-42)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait