thumbnail Halo,
Manager Persema: Indonesia Butuh Pelatih Mirip Arsene Wenger

Manager Persema: Indonesia Butuh Pelatih Mirip Arsene Wenger

GOAL.com/Antara

Musim depan Persema akan memaksimalkan pemain muda potensial yang berasal dari kompetisi lokal Malang.

Persema Malang mungkin hingga kini masih dianggap klub kelas dua di Indonesia, meski demikian sumbangsih terhadap kemajuan sepakbola Indonesia dinilai cukup besar. Tak heran, banyak bintang dari klub-klub besar dilahirkan dari tim yang bermarkas di stadion Gajayana ini.

Musim depan, tren Persema yang masih suka membina anak muda bakal lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam perekrutan pemain. Anak-anak muda dari yang berpotensi dari kompetisi internal Pengcab PSSI Kota Malang kemungkinan besar bakal lebih menghiasi deretan starting XI musim depan.

Keinginan itu nyatanya juga didukung oleh keinginan pelatih Slave Radovski dan sponsor apparel mereka Stobi. Menurut Business and Development Manager Persema, Moses Hutabarat dana yang mereka dapat dari sponsor akan dipergunakan untuk pembinaan pemain muda.

"Kami ingin melakukan investasi jangka panjang. Pembinaan pemain junior dengan target yang terstruktur dengan jelas akan menjadikan tim ini semakin kuat dari tahun ke tahun," kata Moses kepada GOAL.com Indonesia dengan nada optimis.

Salah satu indikasi cara Persema berhasil adalah untuk tahun ini menurut Moses, pemain muda mereka yaitu Dio Permana mendapatkan rekomendasi dari Slave untuk permain di klub Heerenven, Belanda.

"Beberapa pekan lalu, Slave sudah bertemu dengan scout dari Heerenveen untuk memberikan kesempatan kepada Dio Permana," katanya.

Lebih lanjut Moses memberikan contoh pemain muda asal Persema yang saat ini malang melintang di persepakbolaan Nasional seperti Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Arif Suyono (Mitra Kukar), Reza Mustofa (Arema), Munhar (Arema), Jaya Teguh Angga (Arema IPL), Harmoko (Persiwa), Rasmoyo (Persidafon), dan sebagainya.

Selain membicarakan target membina pemain muda, Moses juga melontarkan pernyataan menarik. Dia mengomentari gaya pelatih di Indonesia yang lebih mirip dengan Jose Mourinho.

"Indonesia adalah negara yang sepakbolanya masih berkembang, dimana negara ini butuh banyak pelatih yang tidak bertipe seperti Mourinho. Pelatih yang saya maksud harus mirip dengan Arsene Wenger. Beda dari dua pelatih itu adalah Arsene Wenger lebih suka membesarkan pemain muda untuk klubnya, dia banyak menghemat anggaran. Sedangkan Mourinho cenderung membeli pemain bagus untuk timnya," kata Moses.

Meski tidak mengatakan kejelekan Mourinho, Moses mengatakan tren di Indonesia itu sekarang pelatih banyak yang instan untuk klubnya sehingga klub harus disokong dengan dana yang kuat.

Moses menyebutkan,pelatih tim di Indonesia yang bertipe seperti Wenger, mereka adalah Petr Sergt (PSM) dan Slave Radovski (Persema).

"Saya kok optimis jika konsentrasi kita, maksud saya seluruh tim di Indonesia untuk membina pemain muda, kita akan bisa paling tidak merajai Asia," tutupnya.

Sementara itu, untuk pembentukan tim sendiri, Persema masih bisa dibilang santai. Kompetisi yang belum jelas plus adanya agenda tahunan PSSI membuat Persema memilih nunggu. Tetapi yang jelas tim ini akan tetap berkonsentrasi untuk melakukan investasi jangka panjang. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait