thumbnail Halo,

Khoirul mengaku ada tawaran dari dua klub ISL, namun ditolaknya.

Banyaknya pemain Deltras Sidoarjo yang memilih hengkang, rupanya tidak berpengaruh pada dua sosok pemain senior, yakni Herman Batak dan Khoirul Mashuda. Mereka sudah berikrar, bakal tetap membela tim kebanggaan warga Sidoarjo tersebut musim 2013, meski hanya akan berlaga di pentas Divisi Utama (DU) PT Liga Indonesia (LI).

Selain turun kasta, krisis keuangan yang tengah berkecamuk tentu saja berdampak pada loyalitas para pemain. Di antara para pemain yang hijrah adalah M Fakhrudin dan Dodok Anang menuju ke Sriwijaya FC, sedangkan Qischil Gandrum, Benny Wahyudi, dan Purwaka Yudhi memilih hengkang ke Arema yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

"Saya masih betah dan ingin membela Deltras di [ajang] Divisi Utama musim ini. Karena saya bersama istri dan anak saya, memang tinggal di Sidoarjo dan betah hidup di sini," ungkap Khoirul Mashuda kepada GOAL.com Indonesia.

Huda, sapaan akrab dari Khoirul Mashuda, memang dikenal sebagai pemain yang memiliki loyalitas tinggi, dan berkenan mengenakan seragam Deltras lagi di DU musim ini. Pasalnya, jika mau ia bisa saja bergabung dengan klub kontestan ISL lainnya atau klub lain yang lebih tajir masalah keuangannya daripada Deltras. Namun, toh pada akhirnya ia memantapkan pilihannya untuk tetap bertahan di Deltras.

"Saya ditawari dua klub ISL lain, tapi saya menolaknya. Dan demi privasi, tolong jangan disebut nama dua klub ini ya. Saya ingin bermain di Sidoarjo [Deltras] saja," sambungnya tanpa mau merinci siapa dua klub peminatnya tersebut.

Disinggung mengenai tunggakan gaji pemain selama enam bulan yang dialami oleh para pemain berjuluk The Lobster tersebut, Huda mengakui jika memang sejauh ini pihak Deltras belum mencairkan gaji tersebut.

"Belum, gaji belum cair. Kami juga masih menunggu kepastian dari pengelola Deltras mengenai hal itu," terangnya.

Sementara itu, direktur PT Delta Raya Sidoarjo Dicky Hartanto mengungkapkan, pada 30 Oktober mendatang, The Lobster tetap mendaftarkan diri ke PT Liga Indonesia (LI) sebagai kontestan DU.

"Sebenarnya ini [pendaftaran] hanya formalitas. Begitu kami tersingkir dari ISL, secara otomatis Deltras terdegradasi ke Divisi Utama. Pendaftaran ini, hanyalah sekedar melaporkan kesiapan tim kepada PT LI terkait kondisi stadion yang layak, manajemen serta kesanggupan dalam hal keuangan," tutur Dicky.

Kondisi keuangan Deltras sendiri, menurut Dicky, hingga kini masih belum sehat akibat dari pencairan dana sponsor yang belum cair serta, tersendatnya subsidi dari PT LI untuk musim lalu. Buntut dari hal ini semua adalah, gaji pemain di musim lalu belum terbayarkan selama enam bulan, serta berdampak pada macetnya persiapan tim untuk menyongsong musim ini.

"Kondisi keuangan kami memang belum stabil. Tapi, kami tetap akan berkompetisi di Divisi Utama musim ini. Deltras masih mencari sumber keuangan [sponsor] untuk menghidupi diri di Divisi Utama," jelasnya.

Diterangkan oleh Dicky, di Divisi Utama musim ini Deltras masih akan mengandalkan kucuran dana dari sponsor utama, Kahuripan Nirwana Village (KNV). Sedangkan untuk memperkuat sumber pendapatan, Deltras juga masih mencari sponsor lagi untuk menggantikan dua sponsor yang sudah menyatakan putus hubungan kerjasama, yakni Adidas dan Prima (air mineral).

"Selain dari dana pribadi [perorangan] dan dari subsidi dari PT LI, kami juga masih mengandalkan dana dari sponsor. Nanti ketika pendaftaran, PT LI akan mempertanyakan berapa prosentase pendanaan ini, berapa persen dari pribadi dan berapa persen dari perusahaan sponsor," pungkasnya. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait