thumbnail Halo,

Mantan penyerang Persib Bandung, Marcio Souza memastikan kemenangan Laskar Sultan Agung di menit ke-33.

Persiba Bantul tampil di final Batik Cup setelah mengalahkan Divisi Utama All Star U-23 dengan skor 2-1 dalam duel di  Stadion Manahan, Solo, Jumat (19/10). Di final Persiba akan bertemu pemenang antara timnas U-23 dan Persis Solo Selection yang bertanding pada Sabtu (20/10).

Meski menang, namun pelatih Sajuri Syahid mengakui timnya harus bekerja keras untuk mengatasi perlawanan tim Divisi Utama. Bahkan, stamina pemainnya terkuras karena menghadapi pertandingan yang ketat. Hal ini tidak terlepas dari persiapan tim yang sangat singkat.

"Pemain melakukan persiapan selama tiga hari. Wajar bila fisik mereka terkuras. Kami harus bekerja keras untuk meraih kemenangan. Pemain merasa kelelahan sehingga saya bisa memakluminya," ujar Sajuri.

Menurutnya tim memang baru menjalani latihan pada Senin lalu. Ini berarti, mereka kurang dari satu pekan menjalani latihan yang juga digunakan untuk menyeleksi pemain.

Sementara, pelatih DU All Star, Roberto Bianchi mengakui bila Persiba tampil lebih baik. Menurutnya, lawan memang unggul pengalaman. Meski demikian, dia tetap puas karena timnya mampu memberi perlawanan. Bahkan mereka sempat unggul sebelum Persiba membalikkan keadaan.

"Persiapan kami hanya satu pekan. Sedangkan Persiba unggul dalam pengalaman. Namun setidaknya, kami bisa memberi perlawanan," jelas Bianchi.

Dalam laga itu, tim Divisi Utama All Star unggul lebih dulu melalui penyerang Raul lewat gol cepat di menit kelima. hanya, keunggulan tim DU tidak bertahan lama. Hanya berselang tiga menit, Persiba menyamakan kedudukan melalui striker I Made Wirahadi.

Mantan penyerang Persib Bandung, Marcio Souza memastikan kemenangan Laskar Sultan Agung di menit ke-33. Gol pemain asal Brasil ini tercipta dari titik penalti. Skor 2-1 untuk Persiba bertahan sampai akhir laga. (gk-49)

Terkait