thumbnail Halo,

Sebagai juara kompetisi ISL, Sriwijaya FC masih berharap bisa mewakili Indonesia berlaga di tingkat Asia.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto mengatakan tahun ini Indonesia tidak mendapat jatah berlaga di kompetisi Liga Champions Asia (LCA), karena pihak AFC menghapus jatah tim asal Indonesia untuk bermain di liga tertinggi tingkat Asia. Dikatakan Widjajanto hangusnya jatah tim asal Indonesia di LCA karena konflik sepakbola nasional yang tidak kunjung selesai.

Pihak Sriwijaya FC yang sejak lama ingin tampil di LCA menanggapi berita ini dengan santai, karena pihaknya belum mendapat informasi dan masih menunggu keputusan resmi dari AFC dan PT Liga Indonesia, selaku pengelola kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan bukan dari PT LPIS pengelola kompetisi IPL.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan sampai saat ini pihaknya  belum mendapat informasi resmi, baik dari AFC maupun dari PT Liga Indonesia soal hangusnya jatah tim Indonesia bermain di LCA.

“Belum ada kabar. Kalau sudah ada keputusan resmi, tentu kami langsung dikabari. Kalau sekarang belum ada keputusan resmi, jadi kami belum bisa memberi komentar, ” ujar Hendri, Jumat (19/10) kepada GOAL.com Indonesia.

Dikatakan Hendri, sebagai juara kompetisi ISL, pihaknya masih berharap bisa mewakili Indonesia berlaga di tingkat Asia. Tetapi jika AFC memutuskan Indonesia tidak memiliki wakil berlaga di LCA, pihaknya siap menerima dengan lapang dada.

“Tapi kalau memang benar Indonesia tidak ada wakil di LCA, kami masih punya kesempatan tampil di AFC Cup. Bagaimanapun, sebagai juara ISL, kami berhak mewakili Indonesia tampil di kompetisi tingkat Asia. Tapi untuk saat ini, kita masih menunggu keputusan resmi dari AFC, tim mana yang berhak mewakili Indonesia berlaga di LCA, ” ujar Hendri. (gk-42)

Terkait