thumbnail Halo,

Jika semua proses berjalan baik, prediksi minggu pertama November persoalan gaji pemain bisa diatasi.

Persoalan tunggakan gaji eks pemain PSMS ISL ditargetkan selesai pada minggu pertama November 2012. Ini disebutkan eks manajer PSMS ISL, Benny Tomasoa, usai  mengikuti pertemuan dengan PT Liga mewakili PSMS, satu dari enam klub yang bermasalah dengan gaji musim 2011/2012.

Benny mengungkapkan, sangat senang dengan respon PT Liga yang tanggap dengan persoalan klub-klub. "Kami monggo dengan proses administrasi yang akan dijalankan PT Liga. Saat ini, manajemen harus menyampaikan detail secara global biaya terutang kepada para pemainnya, gaji enam bulan dan sisa kontrak sepuluh persen. Setelah tahapan ini, tim verifikasi PT Liga akan memeriksa ke pemain, baru prosesnya bisa berjalan," ujarnya di Mess PSMS, Komplek Kebun Bunga, Kamis sore.

Mantan asisten manajer PSMS musim 2010/11 di divisi utama ini menambahkan, jika semua proses berjalan baik, maka pihaknya memprediksi Minggu pertama November persoalan ini bisa diatasi. "Kami akan menyerahkan semacam laporan keuangan ke PT Liga, setelah itu kami akan negosiasi ke pemain. Sebelum dan sesudah pertemuan dengan PT Liga, saya sudah sampaikan ke pemain tentang info ini," ungkapnya.

Bentuk negosiasi ke pemain ini, Benny belum mau merinci apakah akan ada pengurangan gaji atau rasionalisasi yang menjadi kesepakatan pemain. "Ya bisa jadi, tapi itupun tergantung prosesnya nanti. Saya belum bisa katakan, karena belum ada dibicarakan saat pertemuan kemarin," tegasnya.

Tentang hak PSMS tersisa Rp500 juta yang merupakan bantuan klub peserta ISL di putaran kedua, kata Benny sudah dianggap bagian kolektif untuk membayar hak pemain melalui  PT Liga. "Itu (sisa hak di PT Liga) dianggap kolektif pembayaran gaji itu. Bagaimana proses pembayaran ke pemain, apakah semua dibayar penuh atau tidak,  bakal ada kesepakatan yang akan dibicarakan dalam sesi pertemuan berikutnya. Jadi intinya pemain memberikan mandat ke saya, saya mengurus ke Liga. Soal keputusan juga tergantung pemain," jelasnya.

Lalu bagaimana respon pemain, Benny mengaku rata-rata skuat Ayam Kinantan-julukan PSMS, memilih proses yang cepat. "Karena mereka (pemain) juga rata-rata sudah capek, yang mana cepatnya saja," kilahnya.

Benny menambahkan, pihaknya dalam pertemuan terakhir Senin lalu di Jakarta bersama PT Liga, tidak ada pembicaraan soal solusi pembayaran merupakan utang manajemen yang harus dibayar/dicicil musim depan. "Soal dipotong musim depan tidak ada dibicarakan, secara langsung saya tidak dengar, karena PT Liga musim depan hanya akan bantu akomodasi saja. Yang pasti klub peserta liga musim depan tidak boleh ada masalah, makanya Liga turun tangan membantu," tuturnya.

Tentang dualisme kepengurusan PSMS, Benny menegaskan PT Liga sudah menyerahkan urusanke PSMS. "Yang pasti Liga tidak ikut campur dalma urusan PSMS, walau sebelumnya mereka mengatakan akan datang ke Medan untuk membantu menyelesaikannya. Makanya, sekarang mereka enggak datang, karena ini masalah internal PSMS," tegasnya.

PSMS sendiri, lanjut Benny sudah mengirimkan surat administrasi agar musim depan berada di payung PT Liga. "Kami suda mengajukan, soal nanti gimana kebijakan pimpinan terpilih dalam RULB. Kami juga memilih mengundurkan seleksi setelah RULB," tuturnya.(gk-38)

Terkait