thumbnail Halo,

Semen Padang memberi tenggat waktu hingga 1 November kepada PSSI Djohar Arifin Husein untuk dapat menyatukan dua timnas Indonesia.

GOAL.com Indonesia   OLEH
TEGAR PARAMARTHA

Tim nasional Indonesia di bawah asuhan Nil Maizar terancam semakin keropos setelah Semen Padang mengeluarkan sikap tegas terkait keputusan PSSI Djohar Arifin Husein yang dinilai tidak menjunjung tinggi semangat rekonsiliasi.

Dalam konferensi pers siang ini (12/10), Komisaris Utama PT Kabau Sirah Semen Padang Toto Sudibyo menyatakan pihaknya memberi tenggat waktu hingga 1 November kepada PSSI untuk menyelesaikan dualisme timnas, jika dalam batas waktu tersebut PSSI gagal melakukan rekonsiliasi maka mereka akan menarik semua pemainnya.

"Semen padang akan menjalanan fungsi harmonisasi. Saya kasih waktu 1 November, kalau tidak, kami akan menarik semua pemain Semen Padang dari timnas," ujar Toto.

Seperti yang diketahui, di timnas asuhan Nil Maizar, ada sembilan pemain Semen Padang, yaitu Titus Bonai, Hengky Ardiles, Wahyu Wijiastanto, Novan Setya, Elie Aiboy, Jajang Paliaman, Nur Iskandar dan Hendry Mofu.

Toto menilai PSSI Djohar Arifin salah dalam bertindak ketika berusaha menarik pemain dari klub Indonesia Super League (ISL) langsung ke pemainnya, bukan melalui klub dan juga pengelola kompetisi, PT Liga Indonesia.

"Pemain jangan hanya di SMS, BBM. Sebaiknya kita ketemu sama-sama membicarakan timnas. Nil Maizar didekati, Riedl juga didekati, ISL sekarang sudah legal beda tahun lalu," imbuhnya.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.



Terkait