thumbnail Halo,

Di manapun posisinya, menurut Dzumafo, yang terpenting adalah kerja sama dan saling mengisi.

Striker asing Persib Bandung, Herman Dzumafo Epandi, tidak merasa bermasalah jika dirinya ditempatkan sebagai striker tunggal ataupun second striker. Seperti diberitakan, pelatih kepala Jajang Nurjaman mulai mengasah permainan dengan skema 4-2-3-1, baik dalam latihan maupun laga uji coba.

Saat menghadapi PSAD pekan lalu, Dzumafo ditempatkan bergantian dengan Kenji Adachihara sebagai striker tunggal dan second striker. Pemain asal Kamerun ini tidak mengalami kendala untuk berposisi di dua peran tersebut.

"Bukan masalah saya senang di posisi mana, tapi bagaimana tim saya senang. Kapan, di mana pelatih pasang, saya siap. Saya harus cepat adaptasi. Kalau jadi di depan atau belakang, nggak ada masalah," ujar Dzumafo yang diwawancarai setelah sesi latihan di Stadion Siliwangi, Rabu (3/10) sore WIB.

Seperti pada sesi latihan sore kemarin, Dzumafo diposisikan sebagai striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1. Kerjasamanya dengan pemain yang mengisi lapangan tengah seperti Atep, Mbida Messi dan Kenji Adachihara, menurutnya, sudah mulai ada saling pengertian.

"Sekarang sudah saling mengerti, sudah tahu. Ke depannya saya harap bisa lebih kompak, lebih dekat. Di lapangan maupun di luar juga," kata dzumafo yang sudah fasih berbahasa Indonesia.

Saat Dzumafo ditempatkan menjadi penyerang tunggal, striker Persib lainnya, Kenji, bermain di sayap kanan. Namun, di manapun posisinya, menurut mantan pemain PSPS Pekanbaru ini, yang terpenting adalah kerja sama dan saling mengisi.

"Tergantung posisi, kalau saya di depan, dia [Kenji] selalu di pinggir, karena coach yang minta. Kalau saya sendiri kerja tidak bisa, harus saling mengisi," tuturnya.

Selain adaptasi dengan personil di tim, Dzumafo pun mengaku tidak sulit beradaptasi dengan Bandung. Tidak seperti saat dirinya pindah ke Arema Indonesia di awal putaran kedua musim lalu, Dzumafo sempat terserang demam.

"Adaptasi cuaca nggak masalah. Kecuali waktu saya ke Malang sempat demam seminggu. Di sini sebenarnya cuacanya hampir sama dengan Malang. Makanan di sini juga ga ada masalah. Kalau makanan khas Bandung belum coba, mungkin setelah semuanya udah beres di tim, mungkin ada teman nanti yang ajak makan," tutupnya.

Terkait