thumbnail Halo,

AFC rencananya akan mempresentasikan mekanisme penilaian sebuah klub untuk mendapatkan lisensinya.

Lupakan konflik sejenak antara IPL vs ISL maupun PSSI vs KPSI. Pasalnya, Oktober ini nasib status klub klub di Indonesia akan ditentukan; layak tidak menyandang status profesional. Untuk ini, AFC sendiri yang akan turun tangan. Jadi, jangan harap bakal ada nego atau toleransi dalam penilaian klub nanti.

Warning ini diberikan oleh CEO LPIS Widjajanto. Menurut arek Suroboyo ini, bahwa Juli lalu, AFC mengundang 46 negara anggotanya dalam pertemuan Pro League Committee. "Saya dan Pak Djohar (Arifin) hadir dan Indonesia ditegur di sana," ungkapnya

Dikatakannya, kala itu federasi tertinggi sepak bola se-Asia ini menilai Indonesia kurang optimal dalam memberi uji kelayakan pada klub-klub peserta liganya. "Indonesia memang sudah ada ikhtiar sejak 2008, tapi ikhtiar ini kurang optimal. Nah 2013 ini batasan terakhir AFC pada Indonesia," ucap Widja.

Pria 42 tahun  tersebut membeberkan dalam pertemuan itu juga disebutkan kalau AFC akan menyusun adjusment dan regulasi baru. Pada minggu ketiga Oktober ini, AFC rencananya akan mempresentasikan mekanisme penilaian sebuah klub untuk mendapatkan lisensinya.

"Scoring ini minimal nilainya 600. Saya takut Indonesia belum bisa pada angka itu kalau kita hanya ramai membahas kepindahan klub ke sana-sini. Sementara klub itu lupa memenuhi aspek licensing-nya. Boro-boro tampil di Asia, di domestik saja bisa-bisa mereka dicoret," ungkap Widja.

Lalu, aspek apa sajakah yang akan dinilai AFC untuk memberi scoring dan licensing pada sebuah klub? "Secara umum ada lima kriteria. Legal yaitu bentuknya PT, finansial, infrastruktur, youth development, dan organisasi. Masing-masing ini masih ada turunannya," tandasnya. (gk-31)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait