thumbnail Halo,

Hendri mengatakan tidak mempermasalahkan laporan Kayamba ke FIFpro, karena manajemen Sriwijaya FC segera melunasi tunggakan dua bulan gaji ini.

Tidak senang karena dilepas oleh manajemen Sriwijaya FC, pemain asing Sriwijaya FC musim lalu yaitu Kieth Kayamba Gumbs melaporkan manajemen Sriwijaya FC ke FIFpro dengan laporan masih menunggak dua bulan gaji. Padahal sebelumnya masalah tunggakan ini sudah dibicarakan manajemen dengan Kayamba dan pemain terbaik ISL musim lalu ini memakluminya.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menduga ada unsur sakit hati di balik laporan Kayamba ke FIFpro, karena laporan keterlambatan gaji ini dibuat Kayamba setelah dirinya dilepas oleh manajemen Sriwijaya FC.

“Kita menduga ada unsur sakit hati dari Kayamba sehingga melaporkan Sriwijaya FC ke FIFpro. Sepertinya Kayamba marah dengan membabi buta setelah kontraknya tidak diperpanjang, padahal dalam sepakbola profesional, pemain dilepas merupakan hal yang biasa,” kata Hendri Zainuddin, Selasa (02/10) kepada GOAL.com Indonesia.

Hendri mengatakan tidak mempermasalahkan laporan Kayamba ke FIFpro, karena manajemen Sriwijaya FC segera melunasi tunggakan dua bulan gaji ini. “Silahkan saja Kayamba lapor ke FIFpro. Memang benar kita belum bayar gaji dua bulan, tetapi segera kita lunasi.  Yang saya kecewa, permasalahan ini telah dibicarakan dengan Kayamba dan sebelumnya bisa memakluminya. Yang jelas kita siap membayar sisa dua bulan gaji, tinggal menunggu waktu,” ujar Hendri.

Dikatakan Hendri, nasib para pemain Sriwijaya FC jauh lebih baik dari pemain klub lain, Klub lain ada keterlambatan gaji hingga tujuh bulan. Bahkan ada yang akhirnya dipotong dan hanya dibayar dua bulan saja, tapi tidak ada yang menuntut,

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini gaji dua bulan yang dituntut adalah dua bulan gaji saat tidak ada kompetisi lagi, karena kompetisi sudah selesai akhir Juli 2012. Istilahnya pemain tidak mengeluarkan keringat tapi mendapat gaji secara cuma-cuma.

“Jika ingin hitung-hitungan, Kayamba perlu mengingat kebelakang, dimana saat Kayamba terancam dideportasi tahun 2011 lalu. Saat itu persoalan Kitas yang mengancam Kayamba tidak bisa bermain di Indonesia, Klub menyelamatkan, menolong dan mengurusi segala sesuatunya, biayanya cukup mahal. Kayamba pernah mengalami kerampokan, klub yang mengurusi segala sesuatunya,” kata Hendri.

Seperti diketahui, Kayamba melaporkan manajemen tim Sriwijaya FC ke FIFpro (asosiasi pemain sepakbola dunia). Kayamba menuntut sisa gaji dua bulan yang belum dibayarkan oleh Manajemen Sriwijaya FC. Terungkapnya laporan Kayamba tersebut setelah FIFpro melalui Chairman FIFro Asia, Brendan Schwab menembuskan laporan tersebut ke APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia). (gk-42)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait