thumbnail Halo,

Arthur memberikan pandangannya mengenai anggapan postur tubuh kecil tidak mempunyai tempat di sepakbola.

GOAL.com Indonesia   CATATAN
ARTHUR IRAWAN
DISUNTING OLEH
DONNY AFRONI

Ada keyakinan para pesepakbola asal Asia Tenggara tidak cocok bermain di Eropa, karena postur tubuh mereka.

Itu salah – dan berharap saya bisa ambil peranan untuk mengubah pandangan stereotype tersebut bersama RCD Espanyol di Spanyol. Saya bukan pemain berpostur terbesar di klub, tapi saya bekerja keras di lapangan latihan, serta kebugaran dan kekuatan saya, seperti halnya pengetahuan teknis permainan, telah mengalami peningkatan dramatis.

Ketika pertama kali masuk ke skuat reserves Espanyol, saya hampir selalu berada di barisan belakang saat berlari. Tapi menjelang akhir pramusim, saya secara reguler mengalahkan rekan-rekan satu tim asal Spanyol, dan berada di depan. Sebagai seorang pesepakbola Asia, Anda harus punya keyakinan itu. Berpikir Anda berpostur kecil untuk memberikan pengaruh di sepakbola bukan cara yang tepat. Kita harus mencoba, dan mengubah cara berpikir seperti itu. Mereka menyebut sepakbola sebagai permainan yang indah. Mereka tidak menyebutnya sebagai permainan mengandalkan kekuatan. Ya, Anda harus mempunyai fisik yang bugar semaksimal mungkin, tapi ukuran bukan segalanya.

Lihat [Lionel] Messi, Xavi, dan [Andres] Iniesta. Tiga contoh para pesepakbola penuh bakat yang bermain di klub besar, Barcelona, dan diakui sebagai tiga di antara pemain terbaik di dunia. Mereka bukan yang terbesar, tapi bukan postur yang membuat mereka diakui. Mereka tidah hanya sangat, sangat bugar, tapi teknik, visi, dan kemampuan yang membuat mereka seperti itu. Paul Scholes di Manchester United merupakan contoh lainnya pemain yang tetap bertahan, dan menjadi tumpuan rekan-rekannya selama bertahun-tahun, walau berpostur tubuh kecil. Begitu juga dengan mantan striker Liverpool dan Inggris Michael Owen, yang menjadi salah satu pemain favorit saya.




"Kagawa sudah memperlihatkan kualitasnya yang akan membuat dia menjadi populer di penggemar sepakbola Inggris"
Para pemain Jepang telah memperlihatkan kemajuan Asia. Di level tim nasional, mereka sudah memperlihatkan bisa bermain bagus melawan negara-negara besar Eropa. Gelandang serang Shinji Kagawa meninggalkan negaranya untuk bergabung dengan Borussia Dortmund di Bundesliga, menjadi pemain besar mereka, dan mendapatkan banyak uang ketika hijrah ke Liga Primer Inggris untuk masuk ke dalam tim Manchester United. Kagawa sudah memperlihatkan kualitasnya yang akan membuat dia menjadi populer di penggemar sepakbola Inggris.

Selalu ada tempat untuk semua postur tubuh di sepakbola. Pemain bertubuh kecil dan sarat skill, seperti Messi, Iniesta, David Silva di Manchester City, dan Philipp Lahm di Bayern Munich, juga dengan postur besar seperti [Sergio] Ramos di Real Madrid, [Vincent] Kompany di Manchester City, dan [Didier] Drogba yang membantu Chelsea menjadi juara Liga Champions musim lalu.

Ini semua semata tentang menyimpan keyakinan, dan keinginan, untuk menjadi yang terbaik yang Anda inginkan. Saya telah bermain di sejumlah posisi di Espanyol, di lini belakang, tengah, dan bahkan sebagai 'nomor 10' di belakang striker. Setiap kali diminta bermain di posisi mana pun, saya selalu memberikan 100 persen.

Sebetulnya saya bermain sebagai bek kanan, dan walau sering maju ke depan untuk ikut membantu serangan, prioritas utama sebagai pemain belakang adalah menghalau serangan tim lawan.

Turut menjaga gawang tidak kebobolan menjadi suatu kebanggan bagi empat pemain belakang, sama halnya seperti striker menjebol gawang lawan. Era ketika seorang bek tengah hanya diam di tempatnya, dan berkonsentrasi di pertahanan, sudah lewat. Anda juga harus punya kemampuan menyerang sama baiknya.




"Era ketika seorang bek tengah hanya diam di tempatnya, dan berkonsentrasi di pertahanan, sudah lewat. Anda juga harus punya kemampuan menyerang sama baiknya."

- Arthur Irawan

Salah satu pemain favorit saya adalah bek Real Madrid Marcelo. Dia berjuang mendapatkan tempat di tim inti setelah Madrid membeli [Fabio] Coentrao, pemain papan atas lainnya, dengan nilai €30 juta. Tapi Marcelo telah membuktikan dalam beberapa musim terakhir, dia tidak hanya mampu bertahan, tapi juga menjadi pemain berharga saat menyerang untuk menjadi jembatan Cristiano Ronaldo di sayap kiri.

Bukan hanya di Spanyol, di mana kecepatan, kekuatan, dan naluri menyerang bek tengah menjadi pemain kunci di dalam tim. Di Liga Primer Anda bisa lihat Gael Clichy di Manchester City, serta Patrice Evra dan Rafael di Manchester United.

Saya juga terkesan dengan Phil Jones ketika dia bermain sebagai bek kanan United, dan Martin Kelly di Liverpool. Beberapa di antaranya pemain berpostur kecil, lainnya bertubuh tinggi. Jadi Anda bisa lihat, selalu ada tempat bagi para pemain dengan semua postur di sepakbola.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait