thumbnail Halo,

Solusi mengakhiri dualisme PSMS belum juga menemukan titik terang.

Dinilai lamban dalam persiapan perekrutan pemain, PSMS versi ketua umum Indra Sakti Harahap mulai dengan penentuan calon pelatih. Di tengah dualisme kepengurusan klub, Indra Sakti mengatakan dalam tiga hari ke depan, pihaknya akan memberitahu publik sosok arsitek tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

"Setelah rapat pengurus, kami sepakat menetapkan pelatih untuk musim ini. Tapi namanya masih kami rahasiakan saat ini," ujarnya. Dia mengurai, belum bisa membeberkan nama pelatih yang ditunjuk kepada media, lantaran ingin memberikan ruang bagi pengurus untuk mengumumkan secara resmi. "Saya belum bisa sebutkan sekarang. Biar nanti pengurus yang mengumumkan resmi. Kami akan undang media saat pengumuman pelatih tiga hari mendatang," timpalnya.

Indra hanya menyebutkan beberapa petunjuk tentang sosok pelatih tersebut. Dia yakin publik Medan sudah sangat kenal, karena sudah beberapa kali melatih PSMS. "Dia, pelatih asal Medan, beberapa kali menjadi pelatih PSMS. Masyarakat Medan pasti tahu siapa dia, begitu juga kalangan wartawan olah raga di Medan," ucapnya.

Soal kompetisi mana (divisi utama PT Liga atau LPIS) yang akan diikuti PSMS musim depan, Indra mengatakan akan segera membericarakan ke pengurus lain. Sejatinya, pemilihan pelatih ini lebih duluan dari agenda awal yang direncanakan pengurus, yaitu seleksi pemain yang masih ditunda hingga saat ini

Soal pelatih PSMS ini, ada beberapa figur yang diyakini satu di antaranya adalah pria yang dimaksud. Ada eks pelatih PSMS ISL, Suharto AD, juga pelatih sepakbola Sumut di PON Riau 2012, Rudi Saari, eks pelatih PSMS, Abdurrahman Gurning, juga Suimin Diharja serta pelatih gaek Parlin Siagian yang memang masuk dalam kepengurusan.

Suharto dan Abdurrahman Gurning yang dikonfirmasi mengaku belum ada dihubungi, namun siap jika diberikan kepercayaan. Sedangkan Suimin Diharja sempat terlihat di gedung mantan PSMS , tempat yang sering menjadi markas kepengurusan PSMS versi ketua umum Indra Sakti, mengingat mess dan sekretariat PSMS di Kebun Bunga digunakan masih pengurus harian. Suimin berkumpul dengan para mantan pemain PSMS di gedung mantan Selasa sore.

Sementara itu, solusi mengakhiri dualisme PSMS belum juga menemukan titik terang. Komunikasi kedua kubu sudah dibangun, namun belum mendapatkan formula terbaik. Penanggungjawab Tim Formatur RULB versi pengurus harian, Iswanda Nanda Ramli mengatakan sudah bertemu dengan Indra Sakti Harahap, namun belum ada jawaban. "Dalam pekan ini, kami akan kembali melakukan pendekatan. Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan satunya PSMS. Kalau soal bargaining, enggak ada. Kami enggak mau berkonspirasi," ujarnya.

Nanda menuju pada solusi, agar Indra Sakti mencalonkan diri kembali pada pemilihan Ketua Umum PSMS versi pengurus harian. Menurutnya, hasil RULB versi forum klub yang sudah mengangkat Indra Sakti tidak sesuai  AD/ART PSMS.  Nanda yakin, jika Indra Sakti memang didukung mayoritas klub-klub anggota PSMS pada RULB forum klub, maka pencalonannya kembali ke RULB versi pengurus harian tidak akan mengubah posisinya sebagai ketua umum. 

Nanda optimis pendekatan yang akan terus dilakukan pengurus harian berbuah manis. "Kami optimis beliau bersedia.  Harapannya ya mengalah dan rendah hati jugalah menyikapi perbedaan yang ada. Karena itu kami akan terus berupaya dalam pekan ini.  Gawat kalau PSMS ini jadi dua, pasti sulit mendapat sponsor," tuturnya.

Apalagi, dia menilai hasil joint committee (JC) dengan melegalkan dua kompetisi membuat jurang dualisme kepengurusan PSMS semakin besar. "Keputusan JC sungguh tidak melegakan. Kami berharap ada pemufakatan kembali saat Kongres Luar Biasa (KLB) digelar. Sebelum itu terjadi, kami akan rangkul Indra Sakti dkk, di situlah nanti akan disepakati bersama di mana PSMS memilih kompetisi," tegasnya.

Sedangkan, Ketua Umum (Ketum) PSMS Medan, versi forum klub, Indra Sakti mengakui dua kali pertemuan dengan pengurus harian PSMS untuk rekonsiliasi PSMS dengan harapan klub ini satu. Senada dengan pengakuan Nanda, Indra menegaskan belum ada keputusan apapun dari kedua pertemuan tersebut.

Disinggung kemungkinan dan opsi dirinya kembali menyalonkan diri di RULB pengurus harian, Indra menolak solusi tersebut.  "Apa mungkin saya melakukan itu lagi? Kan RULB kemarin sudah sesuai mekanisme. Selahkan saja dikaji ulang. Yang jelas bagaimana caranya menyatukan PSMS Medan tanpa saya harus ikut RULB lagi," pungkasnya. (gk-38)

Terkait