thumbnail Halo,

Kerjasama dilakukan di segala aspek, namun tidak menutup kemungkinan kedua tim bakal bersatu.

Merger antara Arema ISL dan Pelita Jaya tidak akan terjadi. Ya, setidaknya dalam tiga bulan ke depan. Hal ini menyusul klausul kerjasama yang dilakukan Senin (24/09) sore ini di Hotel Savana Malang. Kerjasama ini disebut Iwan Budianto sebagai tahap 'pacaran'.

Dalam jumpa pers di hadapan wartawan, ada empat orang dari dua pihak yang mewakili. Dari Arema diwakili dirut Ruddy Widodo, presiden kehormatan Rendra Kresna. Sementara dari Pelita ada perwakilan manajemen Denis Jacobin, VP Pelita Cronous Helmi Rahman, dan manajer Iwan Budianto.

Dalam sambutannya, Rendra mengatakan jika kerjasama ini dipandang sangat perlu untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

"Ini kerjasama hanya sepakbola atau olahraga, jadi jangan anggap ini adalah kerjasama politik. Karena sepakbola dan politik ini sama sekali berbeda," kata Rendra.

Lebih lanjut, bupati Malang ini mengatakan tidak ada yang dirugikan dari kerjasama ini.

"Dengan adanya kerjasama, maka sesuatu yang kurang dari kedua kubu bakal dilengkapi dengan kelebihan masing-masing kubu. Misalnya masalah finansial di Arema yang setiap tahun bermasalah. Tentu akan sangat menguntungkan jika manajemen Pelita yang sudah bagus bisa membantu," urainya.

Rendra juga punya harapan tentang kerjasama ini.

"Semoga musim depan kita bisa mempersembahkan prestasi yang lebih bagus lagi bagi Aremania. Dan, kalau perlu Arema punya stadion sendiri," urainya.

Sementara itu, pihak Pelita mengatakan jika kerjasama ini sangat baik.

"Pelita perlu belajar kepada Arema tentang bagaimana mengumpulkan massa di stadion," kata Denis Jacobin.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Iwan Budianto mengatakan jika kerjasama ini dilakukan tiga bulan saja. Selama ini dilakukan penjajakan antara kedua kubu. Jika baik diteruskan.

"Istilahnya masih dalam tahap 'pacaran', jika nanti kedua orang tua setuju maka bisa saja menikah [merger]," lanjut Iwan Budianto.

Lebih lanjut untuk menjadi satu tidak serta merta dilakukan dengan cepat, masih banyak aspek yang harus dipertimbangkan.

"Saat ini masih kerjasama saja saling menguntungkan," ujarnya.

Kalaupun itu (merger) terjadi, Rendra Kresna juga sudah membuat permintaan.

"Nama Arema, akan tetap Arema Indonesia, kalau pindah bukan Arema dengan akronim Arek Malang lagi, misal kalau ke Surabaya menjadi Aresu atau Madura menjadi Aremad, dan ini sangat lucu." tambahnya. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait