thumbnail Halo,

Wacana menggabungkan ISL dan IPL menjadi kompetisi Merah-Putih akan dibahas dalam rapat kedua JC.

GOAL.com Indonesia   OLEH
DONNY AFRONI

Ketua komisi disiplin (Komdis) PSSI Bernhard Limbong menyambut baik wacana penggabungan kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) menjadi kompetisi Red and White (Merah-Putih).

Sebelumnya CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto mengindikasikan kemungkinan adanya kompetisi dengan sistem dua wilayah. Namun sistem ini berbeda dengan format sebelumnya yang mengedepankan letak geografis.

Kompetisi ini merupakan gabungan dari IPL dan ISL, dan bakal diterapkan dengan zona Merah dan Putih. Kedua zona itu nantinya berisikan klub-klub dari masing-masing liga.

Format kompetisi ini dimunculkan setelah CEO PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono bertemu dengan Widjajanto untuk membahas pertemuan joint committee (JC) yang direncanakan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9).

“Saya rasa kompetisi Red and White cukup adil. Sebab, kalau disebut wilayah satu dan dua, atau liga A dan B, persepsi yang muncuk akan berbeda, karena bisa dianggap ada perbedaan kasta,” ujar Limbong.

“Kalau Red and White, berarti levelnya sama. Sama seperti bendera kita, merah dan putih. Setelah rapat kedua JC, tidak boleh lagi ada embel-embel ISL atau IPL,” tambah pria yang juga menjadi penanggung jawab tim nasional PSSI tersebut.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait