thumbnail Halo,

Sementara ini Joko Susilo yang memegang kendali penuh latihan pra musim Arema ISL.

Kedatangan Paulo Camargo yang dijadwalkan tanggal 15 atau dua minggu usai diumumkan sebagai pelatih Arema ISL tertunda. Sosok pelatih asal Brasil itu menurut manajemen Arema dikarenakan karena dia sedang fokus kepada keperluan yang belum bisa ditinggalkan.

"Camargo masih belum bisa datang, sementara ini latihan tetap di handle oleh Joko Susilo. Manajemen memaklumi keterlambatan ini," kata media officer Arema ISL Sudarmaji kepada GOAL.com Indonesia.

Uniknya, sejumlah media lokal di Malang punya pandangan lain terkait belum datangnya Camargo. Ditengarai pelatih yang musim lalu berhasil membawa Persibo juara Piala Indonesia masih menunggu kejelasan kompetisi musim depan. Ibaratnya Camargo ingin melatih dalam keadaan pasti. Bisa jadi pula Camargo masih menunggu hasil akhir dari keputusan Joint Comittee.

Agaknya, belum datangnya Camargo juga menimbulkan isu unik, dimana dirinya dikaitkan dengan Persiba Bantul, salah satu kontestan Indonesian Premier League (IPL). Pihak LPIS pun kabarnya juga menggandoli pelatih bagus itu ke klub ISL. Bahkan dikabarkan selain ke Persibo dia juga akan diproyeksikan untuk menggantikan Aji Santoso di Timnas U-22 PSSI pimpinan Djohar Arifin.

Berkaitan dengan itu manajemen Arema tetap menyatakan jika Camargo tetap di Arema. Hal ini diperkuat dengan komunikasi yang dilakukan terakhir ini. "Itukan hanya perkiraan sampean saja mas, yang menghubung-hubungkan keterlambatan Camargo dengan isu-isu ini-itu. Yang jelas saya terakhir bertemu dengan dia kita semua sudah sepakat untuk melakukan kerjasama," kata Ruddy Widodo santai.

Sementara itu, belum datangnya Camargo membuat sejumlah agenda latihan yang sudah disusun oleh tim asisten pelatih menjadi berubah. Usai melakoni beep test pagi ini, Jumat (14/9). Pemain besok, Sabtu (15/9) bakal diliburkan. "Ya, sambil menunggu pelatih, kita memang meliburkan pemain, semoga pemain dalam keadaan fresh ketika menjalani latihan pada hari Senin besok," tutur asisten pelatih Joko Susilo

Dalam tes yang difungsikan untuk melihat kemampuan VO2 max pemain Arema itu dihasilkan data yang menyatakan daya tahan pemain Arema ISL masih rendah. Tetapi hasil ini tidak merisaukan Joko Susilo sebagai pelatih, "Pengembalian kondisi fisik tidak serta merta langsung bagus. Semuanya perlu dilakukan bertahap. Kita baru latihan selama dua minggu dan langsung tes, sehingga wajar hasilnya masih dibawah standar," terang mantan striker Arema itu. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.


Terkait