thumbnail Halo,

PSMS belum bisa memastikan kapan para pemain bidikan tersebut dikontrak.

Kepengurusan PSMS versi ketua umum, Indra Sakti Harahap akan memulai seleksi pembentukan tim, 17 September di Lapangan Kodam I/BB Medan.

Seleksi juga berlaku untuk pemain bidikan PSMS. Saat ini, pengurus belum bisa memberikan kepastikan kepada pemain, seperti tanda jadi kontrak. Dalam seleksi tersebut, pengurus sudah membuat tim panitia seleksi, yang terdiri dari Parlin Siagiaan, Nobon Kayamuddin juga pelatih PSMS ISL musim lalu, Suharto AD.

Ketua Umum PSMS Medan versi Forum Klub Anggota, Indra Sakti Harahap mengatakan, masih ada beberapa tahapan dalam perekrutan, sehingga proses kontrak pemain belum dilakukan saat ini. "Ada mekanisme yang kami bangun dan berjalan sebagai proses perekrutan pemain. Memang belum bisa diselesaikan sekarang. Tapi segera akan dilakukan," ungkapnya.

Lantaran itu juga, Indra berharap, pemain bisa bersabar. Terutama untuk pemain yang sudah digadang menjadi bagian tim, seperti Donny Fernando Siregar, Saktiawan Siregar, Afan Lubis dan lainnya. Beberapa pemain memang menunggu kepastian pengurus, karena di saat bersamaan menerima tawaran klub lain.

"Para pemain, kami harapkan bersabar. Kalau, mereka (pemain) tidak bisa melihat itu (proses), kami juga tidak bisa memaksakan. Sebab, pemain punya hak untuk memilih. Tapi, saya yakin, proses ini tidak akan lama lagi," tuturnya.

Apa lagi dia juga meyakini, untuk hal perekrutan pemain ini, panitia seleksi akan bekerja lebih cepat. "Mungkin Senin atau Selasa (pekan depan) sudah akan dimulai. Kalau pemain itu yang mana saja yang bakal dipantau, itu  kebijakan. Nantinya tentunya ada debat soal pemain yang dipilih, lalu diputuskan," paparnya.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Medan ini menambahkan, "Tentunya pemain yang dipilih  pemain yang berkualitas. tidak ada ada perbandingan persentase soal pemain PSMS IPL atau ISL yang direkrut. Yang pasti, bagaimana membangun PSMS ke depan," bebernya.

H Juanda, Wakil Ketua I, menambahkan, pihaknya memang belum bisa memastikan kapan para pemain bidikan tersebut dikontrak. Menurutnya, masih ada proses tes seleksi yang harus dilalui pemain. "Kami belum bisa main kontrak saja. Karena kan harus diseleksi dulu. Walaupun pemain bagus, dan mungkin semua orang tahu kualitas pemain tersebut, kami akan tetap lihat dulu kondisi terakhirnya, paling enggak kondisi kesehatannya. Kami enggak mau membeli pemain, ibarat membeli kucing dalam karung," paparnya.

Untuk memuluskan langkah tersebut, Juanda mengatakan seleksi dimulai 17 September di Lapangan Kodam. "Kami nanti akan melakukan seleksi di sana. Akan ada tim seleksi yang akan berwenang di sana melihat pemain yang akan dipilih," tukasnya.

Seleksi bisa berlangsung tiga sampai lima hari.  "Nanti akan ada Suharto AD bergabung dengan panitia seleksi, Bang Nobon (Kayamuddin), Bang Parlin (Siagian) dan lainnya," ungkapnya.

Disinggung soal berapa anggaran pengurus yang diperuntukkan  membeli pemain, Juanda enggan menjawab. "Kami enggak mau muluk-muluk. Yang penting tim diisi pemain sesuai kebutuhan tim. Itu nanti pelatihlah yang memutuskan," tukasnya.

Sedangkan, Suharto AD, mengakui mengetahui perihal seleksi dan masuk dalam panitia tersebut sebatas info. Suharto belum menerima pemberitahuan resmi.  "Saya hanya dengar informasinya. Tapi, kalau penunjukan belum ada. Nanti saya akan cari informasinya seperti apa. Karena, saya juga belum tahu, siapa-siapa aja tim seleksi lainnya," pungkasnya. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait