thumbnail Halo,

PSMS musim depan harus jauh lebih profesional.

Kepengurusan PSMS versi Indra Sakti sudah memberikan sinyal pembentukan tim baru. Banyak nama yang sudah masuk radar dan terlibat dalam perbincangan skuat musim 2012/13.

Hanya saja, nama pelatih masih samar terlihat. Selama ini, ada banyak nama mantan pelatih kawakan yang masuk dalam kepengurusan Indra Sakti, sebut saja Parlin Siagain, Nobon Kayamuddin. Namun, ada dua nama pelatih PSMS musim lalu yang disebut-sebut tetap menjadi kandidat, yakni Suharto AD (mantan pelatih PSMS ISL) dan M Khaidir (mantan asisten pelatih PSMS IPL).

Sejauh ini, Suharto yang dimintai komentarnya, mengaku belum ada kontak dengan pengurus PSMS soal tawaran kembali membesut skuat Ayam Kinantan. “Saya belum tahu, karena memang belum ada dihubungi oleh pengurus pihak Indra Sakti ataupun manajemen sebelumnya,” ujarnya.

Suharto mengaku tak akan menolak tawaran melatih klub manapun, terutama PSMS, dengan satu syarat PSMS musim depan harus jauh lebih profesional. Untuk itu, pelatih berkepala plontos ini memilih melihat kondisi factual klub pada akhirnya seperti apa.

“Saya akan melihat situasinya dulu. Kalau kondisi manajemennya bagus kenapa tidak. Kalau sama dengan kejadian musim lalu mending enggak usah. Jujur ya, memang kekecewaan saya luar biasa. Gaji enam bulan sampai sekarang belum ada penyelesaiannya,” tukasnya.
 
Pelatih yang menangani PSMS musim 2010/11 ini, menegaskan akan menampik tawaran, kalau dualisme PSMS kembali terjadi. “Janganlah sampai ada dualisme lagi kayak musim lalu. Maunya bersatu, karena ini demi kepentingan masyarakat Medan. Ini, malah justru merusak kita sendiri. Akhirnya kita sendiri yang bingung. Coba sama-sama kita evaluasi dari kejadian musim lalu untuk perbaikan musim depan. Apa lagi masyarakat kan tidak mau kalau PSMS itu ada dua lagi,” ucapnya.

Setali tiga uang, M Khaidir juga enggan melatih PSMS, andai ancaman dualisme terus membara hingga kompetisi berjalan. “PSMS cukuplah satu saja. Semua bisa melihat sendiri selama ini, apa hal positif yang didapat dari dualisme? Malah yang ada hanya kehancuran. Jadi saya rasa, janganlah ada dualisme lagi,” bebernya.

Hanya saja sedikit berbeda dengan Suharto, Khaidir mengaku sempat dihubungi pengurus PSMS versi Indra Sakti untuk halal bihalal antara pengurus dan pemain.

”Tapi memang, belum ada menyinggung ke arah pembicaraan melatih PSMS. Kalau saya, tergantung targetnya apa. Kita berkaca dari musim lalu juga, jangan sampai masalah gaji bermasalah. Gaji harus jadi prioritas, Karena itu berpengaruh bagi pemain,” jelas eks arsitek Persiraja ini. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.



Terkait