thumbnail Halo,

Tanpa riuh di media, saat ini kerangka tim Persebaya terus disusun.

Pertandingan Indonesia lawan Vietnam di Surabaya pada Sabtu (15/9) coba dimanfaatkan Persebaya. Kubu Bajul Ijo berharap bisa merekrut pemain timnas yang bertanding. Baik Indonesia maupun Vietnam.

Penegasan ini diberikan CEO Persebaya, Gede Widiade yang ditunjuk PSSI sebagai penyelenggara pertandingan tersebut. "Kami berharap bisa ambil beberapa pemain (Timnas) untuk gabung kami musim depan. Termasuk Vietnam kalau ada yang bagus," tukasnya.

Gede yakin pertandingan nanti bakal berlangsung seru. Kedua tim dipastikan akan tampil habis-habisan. Pasalnya, laga ini tercatat di FIFA. Bahkan hasil akhir akan menentukan peringkat kedua tim di Organisasi Sepakbola Dunia (FIFA). "Itu salah satu keuntungan di pertandingan nanti. Bukan persahabatan biasa. Kedua tim akan all-out. Nah, kita lihat siapa siapa yang pantas gabung Persebaya musim depan," tandasnya.

Walau terkesan adem ayem, Gede memastikan Persebaya tidak sedang tidur. Tanpa riuh di media, saat ini kerangka tim terus disusun. Termasuk menginvetarisir nama nama pemain yang akan direkrut. "Secara personal, pendekatan ke mereka sudah kita lakukan. Intinya mereka sangat tertarik. Tapi kita lihat saja perkembangannya nanti," jelasnya.

Soal masa depan Andik Vermansyah, Gede menegaskan pemain ini akan tetap di Persebaya. Ini sekaligus menepis beragam spekulasi yang menyebutkan Andik akan diboyong ke salah satu klub ISL. "Sebelum berangkat Andik pamitan ke rumah. Dia sampaikan langsung pada saya bahwa keberangkatan ke Amerika hanya murni untuk berlatih," tegasnya.

Sementara itu gelandang Timnas Indonesia asal Persebaya, Taufik berharap bonek merah putihkan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Indonesia bertanding melawan Vietnam, Sabtu (15/9) mendatang. "Ayo kita tunjukkan Surabaya memang beda. Saya berharap temen temen bonek bisa penuhi GBT. Kita merah putihkan stadion," harapnya.

Taufik merasa dukungan langsung suporter di stadion berpengaruh besar pada permainan di lapangan. Gemuruh dukungan akan melipatgandakan semangat semua skuad Garuda di lapangan. Nah, kondisi itu yang tidak dijumpai saat Indonesia kalah 0-2 dari Korea Utara di Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (10/9). "Pokoknya di Surabaya harus beda. Dukung kami memetik kemenangan atas Vietnam," tandasnya.

Pada pertandingan Indonesia vs Korut, stadion GBK memang kosong melompong. Akibatnya, teriakan dan nyanyian dukungan yang kerap membahana sama sekali tak terdengar. Padahal, peran suporter selama ini cukup signifikan sebagai pemain ke 12. "Yan terasa memang berbeda. Insya Allah, Surabaya beda," ujarnya.

Terpisah panpel Persebaya optimistis pertandingan nanti mendapat dukungan langsung bonek. Pasalnya, ini laga resmi timnas yang kali pertama digelar di GBT. "Bonek selalu membuat sejarah. Sama halnya pertandingan nanti yang menggores sejarah karena baru kali pertama Timnas main di GBT," terang Ram Surahman, ketua panpel lokal.

Pada pertandingan nanti, lanjut Ram, pihaknya menyediakan 55 ribu lembar tiket dengan kategori Ekonomi seharga 25 ribu, Utama seharga 50 ribu dan VIP Rp 100 ribu. (gk-31)

Terkait