thumbnail Halo,

Tidak adanya media officer dan manajer bisa membuat Arema IPL terancam denda dari AFC Cup.

Persiapan tim Arema IPL sangat matang untuk menghadapi pertarungan lawan Al Ettifaq pada 18 September mendatang. Persiapan yang digeber sudah serius, bahkan pelatih Dejan Antonic mengagendakan uji coba lawan klub dari Singapura.

Namun, di tengah seriusnya persiapan tim, ada masalah nonteknis di luar menjelang duel ini. Sebab, tim Arema IPL yang bermarkas di Jl. Jakarta 48 itu hingga kini belum memiliki manajer dan media officer.

Padahal, dalam manual AFC Cup, disebutkan dengan jelas, setiap tim harus memiliki susunan official yang lengkap. Terutama di saat konferensi pers, di mana official tim harus lengkap meliputi pelatih, kapten tim, manajer dan media officer. Kalau tidak ada, maka tim akan dikenai sanksi Rp100 juta.

Sementara ini, dua pengurus yang mengundurkan diri adalah manajer Arema IPL Brillyanes Sanawiri dan media officer Noor Ramadhan. Jika kemarin, Senin (3/9), Brilly, panggilan akrabnya, resmi mengundurkan diri, maka nasib Nunun, sapaan akrabnya, masih belum diketahui. Sebab, sebelum puasa lalu dia mengaku hanya ingin istirahat saat kompetisi yang panjang dan melelahkan telah usai.

Dikonfirmasi GOAL.com Indonesia, Brilly mengaku sudah mengundurkan diri.

"Saya sudah mengundurkan diri pada Agustus lalu. Saya tidak tahu-menahu tentang Arema IPL lagi sekarang. Sebenarnya keputusan mengundurkan diri bukan dari saya, tetapi karena kondisi saya yang belum jelas, maka saya memilih mundur," kata Brilly

Sementara itu, asisten manajer Arema IPL Rizki Dachlan mengungkapkan, sanksi dari AFC memang ada, tetapi hanya denda, tidak sampai ke arah diskualifikasi dari AFC Cup.

"Tentu saja jika itu terjadi, maka akan mencoreng muka Indonesia. Untuk itu, kami akan mengisi posisi yang masih lowong itu. Sebelum AFC Cup sudah ada orangnya," katanya. (gk-48)

Terkait